Air Bersih Nanga Bulik Terhenti, Warga Keluhkan Pasokan Belum Mengalir

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pasokan air bersih dari Perumda Tirta Lamandau ke rumah warga di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terhenti sejak Sabtu sore (5/9) hingga Senin (7/9). Sebagian warga mengeluhkan air yang hingga kini belum mengalir.

Gangguan pasokan tersebut disinyalir terjadi akibat aktivitas masyarakat Desa Bunut yang melakukan tradisi menuba, yakni menangkap ikan menggunakan racun alami, di aliran Sungai Lamandau.

Plt Direktur Perumda Tirta Lamandau, Manto, menyampaikan bahwa berdasarkan Laporan Hasil Uji Laboratorium Nomor: 450.8/162/IX/LABKESDA/2026, air Sungai Lamandau dinyatakan layak untuk diolah dan didistribusikan kepada masyarakat.

“Pompa akan mulai beroperasi pukul 00.00 WIB untuk proses pengisian reservoir dan jaringan pipa distribusi. Pendistribusian air kepada masyarakat akan dimulai pukul 06.00 WIB besok pagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Guru Penggerak Diminta Tingkatkan Kualitas Belajar

Manto mengimbau masyarakat agar memperhatikan penggunaan air tersebut.

“Air hanya diperuntukkan untuk keperluan MCK dan tidak untuk dikonsumsi,” imbaunya.

Namun, hingga Senin, sebagian warga mengaku masih belum menerima pasokan air. Irma, warga Perumahan Bukit Samaliba Residence, menyampaikan kekecewaannya.

Electronic money exchangers listing

“Katanya jam 6 pagi sudah ngalih, tetapi sampai sekarang belum juga mengalir kacau,” tuturnya. (bib)

 

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pasokan air bersih dari Perumda Tirta Lamandau ke rumah warga di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terhenti sejak Sabtu sore (5/9) hingga Senin (7/9). Sebagian warga mengeluhkan air yang hingga kini belum mengalir.

Gangguan pasokan tersebut disinyalir terjadi akibat aktivitas masyarakat Desa Bunut yang melakukan tradisi menuba, yakni menangkap ikan menggunakan racun alami, di aliran Sungai Lamandau.

Plt Direktur Perumda Tirta Lamandau, Manto, menyampaikan bahwa berdasarkan Laporan Hasil Uji Laboratorium Nomor: 450.8/162/IX/LABKESDA/2026, air Sungai Lamandau dinyatakan layak untuk diolah dan didistribusikan kepada masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Pompa akan mulai beroperasi pukul 00.00 WIB untuk proses pengisian reservoir dan jaringan pipa distribusi. Pendistribusian air kepada masyarakat akan dimulai pukul 06.00 WIB besok pagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Guru Penggerak Diminta Tingkatkan Kualitas Belajar

Manto mengimbau masyarakat agar memperhatikan penggunaan air tersebut.

“Air hanya diperuntukkan untuk keperluan MCK dan tidak untuk dikonsumsi,” imbaunya.

Namun, hingga Senin, sebagian warga mengaku masih belum menerima pasokan air. Irma, warga Perumahan Bukit Samaliba Residence, menyampaikan kekecewaannya.

“Katanya jam 6 pagi sudah ngalih, tetapi sampai sekarang belum juga mengalir kacau,” tuturnya. (bib)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru