NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Lamandau secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca yang ekstrem ini mulai memicu kekhawatiran akan potensi bencana hidrometeorologi, sehingga masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap perubahan lingkungan di sekitar mereka.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan cuaca, hujan dengan durasi yang cukup lama sering kali terjadi pada sore hingga malam hari, yang secara signifikan dapat meningkatkan risiko luapan air sungai.
“Ancaman utama yang menjadi perhatian serius adalah potensi banjir serta tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki topografi rendah atau berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS),” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).
Hendikel menekankan bahwa kesiapsiagaan warga adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak kerugian, baik materil maupun korban jiwa, jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Selain faktor alam, pihak BPBD juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan saluran drainase di lingkungan masing-masing.
“Masyarakat diimbau untuk memastikan tidak ada sumbatan sampah pada parit atau selokan, agar air hujan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menyebabkan genangan yang masuk ke pemukiman penduduk,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, personel BPBD Kabupaten Lamandau saat ini telah disiagakan untuk memantau titik-titik rawan secara berkala.
“Koordinasi dengan pihak kecamatan dan aparat desa juga terus diperkuat guna memastikan informasi mengenai kenaikan debit air sungai dapat tersampaikan dengan cepat kepada warga yang terdampak,” harap Hendikel.
Hendikel berpesan agar warga segera mengamankan dokumen-dokumen penting dan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi jika melihat tanda-tanda air mulai naik.
“Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas melalui kanal komunikasi yang tersedia agar tindakan evakuasi atau bantuan dapat segera diberikan,” tutupnya. (bib)


