NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Suasana siang hari yang tenang di Mapolres Lamandau mendadak berubah riuh dengan suara teriakan penuh semangat dan dentuman langkah kaki yang mantap. Bukan sedang mengejar buronan, melainkan puluhan personel Kepolisian Resor (Polres) Lamandau tengah berjibaku dalam Ujian Beladiri Polri Semester I Tahun 2026, Kamis (2/04).
Halaman Mapolres pun disulap menjadi matras raksasa tempat para abdi negara ini membuktikan bahwa di balik seragam rapi mereka, tersimpan teknik melumpuhkan yang presisi.
Ujian ini bukan sekadar rutinitas formalitas di atas kertas. Para personel dari berbagai satuan fungsi mulai dari Satlantas hingga Reskrim diuji langsung kemampuannya dalam mengeksekusi teknik dasar.
Yaitu teknik Offensive Move Akurasi pukulan, kekuatan tendangan, Teknik tangkisan yang harus secepat kilat dan Teknik menjatuhkan lawan tanpa harus mencederai secara fatal.
Bawah pengawasan ketat tim penguji, setiap gerakan dipantau. Salah posisi sedikit? Ulangi! Karena di lapangan nanti, tidak ada tombol undo saat menghadapi gangguan keamanan.
Kasi Humas Polres Lamandau, IPDA Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa latihan ini adalah tentang keseimbangan antara kekuatan dan kendali diri.
“Kemampuan beladiri ini adalah ‘senjata’ yang tidak terlihat namun paling krusial. Tujuannya jelas agar setiap anggota sigap di lapangan, punya kepercayaan diri tinggi, dan yang terpenting, mampu melumpuhkan ancaman dengan kekuatan yang terukur dan meminimalisir penggunaan kekuatan berlebihan,” ujar IPDA Gin Gin dengan mantap.
Mungkin Anda bertanya, kenapa polisi harus jago bela diri di era teknologi ini? Jawabannya sederhana: Profesionalitas.
“Polisi yang terlatih berarti masyarakat yang lebih aman dan Bela diri melatih kontrol emosi; semakin mahir seseorang, semakin tenang ia menghadapi provokasi dan gangguan keamanan tidak pernah memberi jadwal, maka kesiapan fisik adalah harga mati,” jelasnya.
Dengan selesainya ujian semester ini, personel Polres Lamandau membuktikan bahwa mereka tidak hanya siap melayani dengan senyum, tapi juga siap melindungi dengan ketangkasan fisik yang mumpuni.
Jadi, jangan macam-macam di Lamandau, karena polisinya sekarang punya ‘jurus’ yang semakin paten. (bib)


