SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor. Mengapresiasi kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng ke Sampit.
Menurut Halikinnor, kehadiran pemerintah provinsi tidak sekadar kunjungan seremonial. Sejumlah program yang dibawa langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembagian paket sembako gratis melalui pasar murah hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Kita dikunjungi oleh Forkopimda Provinsi. Ini membawa rahmat bagi kami. Pertama tadi membagi pasar murah yang digratiskan untuk warga dan kedua di depan Kantor Bupati ada GPM,” ujar Halikinnor, Jumat (28/8).
Ia menilai perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng tersebut sangat berarti bagi masyarakat Kotim yang tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak musim kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim dan seluruh masyarakat, Halikinnor menyampaikan apresiasi serta penghargaan kepada Gubernur Agustiar Sabran dan jajaran Forkopimda Kalteng.
“Jadi, sekali lagi kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan masyarakat mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar pasar murah di Taman Kota Sampit dengan menyalurkan lebih dari 4.000 paket sembako kepada masyarakat.
Menariknya, paket yang semula direncanakan untuk ditebus dengan harga murah itu akhirnya dibagikan secara cuma-cuma. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Selain itu juga kami ada membagi pasar murah, ada sebanyak lebih dari 4.000 paket. Sebenarnya untuk pasar murah ini menebus tidak seberapa, tetapi hari ini kami gratiskan,” ujar Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Tak hanya itu, Pemprov Kalteng juga menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kotim. Program ini menyasar ASN golongan I, II dan III, tenaga outsourcing hingga petugas cleaning service.
Berbeda dengan pasar murah gratis, dalam program GPM para penerima memperoleh subsidi harga sebesar 40 persen dan hanya membayar 60 persen dari nilai paket pangan yang diterima.
“Kalau GPM itu untuk ASN golongan I, golongan II, golongan III, outsourcing, cleaning service. Tapi itu membayar 60 persen, 40 persen diskon,” jelas Agustiar.
Rangkaian kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan pembagian masker gratis kepada masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan warga di tengah kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah di Sampit akibat karhutla.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara mengalami penurunan.(bah/kpg)


