SAMPIT, PROKALTENG.CO– Banjir yang terjadi di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas hingga 26 desa yang tersebar di empat kecamatan dengan ketinggian air 40 hingga 130 centimeter, sehingga membuat aktivitas masyarakat jadi terganggu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan curah hujan di wilayah utara masih terjadi sehingga membuat air naik dan juga ditambah dengan air pasang di Sungai Mentaya.
“Saat ini sejumlah lokasi di bantaran Sungai Mentaya di Sampit pun ada yang terendam saat kondisi air pasang, padahal Sungai Mentaya menjadi muara turunnya air dari sungai-sungai lain,” kata Multazam, Kamis (30/5).
Dirinya mengatakan empat kecamatan di wilayah utara meliputi Kecamatan Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang dan Bukit Santuai. Banjir di Kecamatan Telaga Antang terjadi mulai 26 Mei 2024 di 11 desa yaitu Tumbang Boloi, Rantau Sawang, Luwuk Kowan, Rantau Suang, Tumbang Sangai, Tukang Langit, Rantau Katang, Tumbang Mangkup, Tumbang Bajanei, Tumbang Puan, dan Rantau Tampang.
“Sementara Banjir di Kecamatan Antang Kalang melanda tiga desa yaitu Tumbang Manya, Tumbang Kalang dan Sungai Hanya,” sampai Multazam
Ia juga mengatakan Banjir di Kecamatan Mentaya Hulu terjadi empat lokasi yaitu Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Tanjung Jariangau, Bawan dan Tangkarobah. Banjir di wilayah tersebut paling parah karena ketinggian airnya berkisar 80 hingga 130 centimeter, bahkan ada sekolah yang terdampak yaitu SDN 5 Kuala Kuayan.
“Kalau banjir di Kecamatan Bukit Santuai melanda delapan desa yaitu Tumbang Keminting, Tanah Haluan, Tumbang Penyahuan, Tumbang Tilap, Tumbang Getas, Tewei Hara, Getas, dan Tumbang Sapia,” ucap Multazam.
Dirinya juga menambahkan Banjir juga membuat akses jalan menuju lima desa menjadi terputus, yaitu Tumbang Mangkup, Tumbang Bajanei, Desa Tukang Langit, Rantau Katang, dan Bawan sehingga hanya mengandalkan jalur sungai saja.
“Tim Reaksi Cepat BPBD sudah turun ke lokasi banjir, dan juga telah memetakan perkembangan kondisi di lapangan sebagai bahan untuk mengambil langkah-langkah penanganan tanggap darurat nantinya,” ujar Multazam.
Ia mengatakan koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah kecamatan dan desa, agar memantau kondisi masyarakat yang terdampak banjir. dan pihak BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait kesiapan penyaluran bantuan bahan pangan nantinya.
“Kita berharap curah hujan sudah mulai menurun, tapi itu tidak menutup kemungkinan ada perubahan prakiraan karena banyaknya pengaruh iklim saat ini,” pungkasnya.(bah/kpg).