SAMPIT, PROKALTENG.CO-Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor. Resmi meluncurkan tiga proyek perubahan hasil gagasan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pemerintah Kabupaten Kotim.
Ketiga inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan transformasi pelayanan publik berbasis digital yang lebih cepat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Peluncuran proyek perubahan tersebut berlangsung pada Senin (22/6).
Halikinnor menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta PKN II yang dinilai mampu menghadirkan inovasi nyata untuk menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.
“Hari ini saya melaunching proyek perubahan. Saya sangat mengapresiasi gagasan yang dihasilkan oleh tiga peserta PKN II kita. Semoga inovasi ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi melalui berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, inovasi yang lahir dari para pejabat tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan responsif.
Tiga inovasi yang diperkenalkan memiliki fokus berbeda namun saling melengkapi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim, Cok Orda Putra Legawa, menghadirkan inovasi Ko Cerdik sebagai strategi kolaborasi untuk membangun kecerdasan digital masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pemerintahan berbasis teknologi.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ninuk Muji Rahayu. Meluncurkan Sikades (Sistem Konsultasi Desa) yang dirancang untuk memperkuat komunikasi, konsultasi, dan pelayanan kepada pemerintah desa maupun masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
Di sisi lain, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muslih, memperkenalkan Radar Sosial, sebuah ruang pengaduan dan respons cepat berbasis partisipasi masyarakat. Melalui inovasi ini, warga dapat melaporkan berbagai persoalan sosial secara mudah sehingga pemerintah dapat memberikan penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.
Halikinnor menegaskan, ketiga inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kotim dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, responsif, inklusif, serta memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
“Inovasi ini menjadi bukti komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, responsif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat transformasi digital, saya yakin Kotim akan semakin siap menghadapi tantangan pelayanan di masa depan,” tegasnya.
Ia berharap proyek perubahan tersebut tidak berhenti sebatas program pelatihan, melainkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi baru di seluruh perangkat daerah.
“Semoga inovasi yang lahir dari pelatihan ini mampu menjangkau berbagai sektor, memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur,” tutup Halikinnor.(bah/ans/kpg)


