Atasi Kemarau dan Kondisi Karhutla, Pemkab Kotim Ajak Warga Gelar Salat Istisqa Massal

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang semakin terasa.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya spiritual pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Kotim H. Halikinnor mengatakan, Salat Istisqa menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menundukkan hati, memperbanyak doa, serta memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.

“Mari bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa kita memohon rahmat, pertolongan, serta ampunan dari Allah SWT di tengah musim kemarau dan kondisi karhutla yang kita hadapi,” kata Halikinnor, Senin (24/8).

Salat Istisqa tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/ 2026) pukul 06.30 WIB di Halaman Pemda Kotim. Kegiatan ini mengusung tema “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT”.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Berencana Rekonstruksi Jalan Tumbang Torung, Ini Total Pagu Anggarannya

Halikin mengharapkan pelaksanaan ibadah tersebut tidak hanya diikuti jajaran pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas. Menurutnya, kondisi kemarau dan karhutla membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui langkah nyata di lapangan maupun pendekatan spiritual.

Ia menilai hujan sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi tingkat kekeringan lahan, menekan potensi munculnya titik api baru, serta memperbaiki kondisi lingkungan yang terdampak kemarau berkepanjangan.

Electronic money exchangers listing

“Kita berharap melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan sehingga kondisi kemarau dan karhutla di Kotim dapat segera mereda,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat mengikuti Salat Istisqa, pemerintah juga mengingatkan umat Islam agar mempersiapkan diri dengan memperbanyak istighfar, bertaubat dan bersedekah. Masyarakat juga dianjurkan menjalankan puasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan Salat Istisqa sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan.

Pelaksanaan Salat Istisqa diharapkan menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan pengerahan personel, peralatan pemadam, distribusi air, dan patroli di wilayah rawan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan serta mencegah munculnya api juga menjadi faktor penting.

Baca Juga :  Dukungan Cuaca Sangat Berpengaruh Pada Penyelesaian Sejumlah Proyek

Pemkab Kotim sebelumnya terus memperkuat upaya penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), aparat, relawan, perusahaan, pemerintah kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Sebab, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Halikinnor berharap Salat Istisqa dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat Kotim. Doa bersama diharapkan berjalan beriringan dengan tindakan nyata untuk menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, serta membantu masyarakat yang terdampak kemarau.

“Kita berdoa dan tetap berikhtiar. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi karhutla di Kotim dapat kita atasi bersama,” pungkasnya.(bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang semakin terasa.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya spiritual pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Kotim H. Halikinnor mengatakan, Salat Istisqa menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menundukkan hati, memperbanyak doa, serta memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.

Electronic money exchangers listing

“Mari bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa kita memohon rahmat, pertolongan, serta ampunan dari Allah SWT di tengah musim kemarau dan kondisi karhutla yang kita hadapi,” kata Halikinnor, Senin (24/8).

Salat Istisqa tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/ 2026) pukul 06.30 WIB di Halaman Pemda Kotim. Kegiatan ini mengusung tema “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT”.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Berencana Rekonstruksi Jalan Tumbang Torung, Ini Total Pagu Anggarannya

Halikin mengharapkan pelaksanaan ibadah tersebut tidak hanya diikuti jajaran pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas. Menurutnya, kondisi kemarau dan karhutla membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui langkah nyata di lapangan maupun pendekatan spiritual.

Ia menilai hujan sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi tingkat kekeringan lahan, menekan potensi munculnya titik api baru, serta memperbaiki kondisi lingkungan yang terdampak kemarau berkepanjangan.

“Kita berharap melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan sehingga kondisi kemarau dan karhutla di Kotim dapat segera mereda,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat mengikuti Salat Istisqa, pemerintah juga mengingatkan umat Islam agar mempersiapkan diri dengan memperbanyak istighfar, bertaubat dan bersedekah. Masyarakat juga dianjurkan menjalankan puasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan Salat Istisqa sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan.

Pelaksanaan Salat Istisqa diharapkan menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan pengerahan personel, peralatan pemadam, distribusi air, dan patroli di wilayah rawan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan serta mencegah munculnya api juga menjadi faktor penting.

Baca Juga :  Dukungan Cuaca Sangat Berpengaruh Pada Penyelesaian Sejumlah Proyek

Pemkab Kotim sebelumnya terus memperkuat upaya penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), aparat, relawan, perusahaan, pemerintah kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Sebab, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Halikinnor berharap Salat Istisqa dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat Kotim. Doa bersama diharapkan berjalan beriringan dengan tindakan nyata untuk menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, serta membantu masyarakat yang terdampak kemarau.

“Kita berdoa dan tetap berikhtiar. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi karhutla di Kotim dapat kita atasi bersama,” pungkasnya.(bah/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru