Bupati : Untuk Ibu-Ibu, Jangan Sampai Beras Bantuan Dijual hanya untuk Ditukar Rokok untuk Suaminya

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor. Mengingatkan masyarakat penerima bantuan pangan agar memanfaatkan beras yang diberikan pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan dijual atau ditukar dengan barang yang tidak termasuk kebutuhan pokok.

Menurut Halikinnor. Bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memenuhi kebutuhan pangan. Sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Penegasan itu disampaikan Halikinnor. Saat meluncurkan penyaluran bantuan pangan beras periode Juli, Agustus dan September 2026 yang dirangkai dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Rabu (19/8).

Dalam penyaluran tersebut, setiap KPM menerima bantuan sebanyak 30 kilogram. Sekaligus untuk kebutuhan tiga bulan. Karena itu, Halikinnor meminta penerima mengelola bantuan tersebut dengan baik agar persediaan pangan keluarga tetap terjamin.

Baca Juga :  Batasi Aktivitas di Luar Rumah, Jika Mendesak Gunakan Masker

“Jangan sampai beras yang diterima tiga sak atau 30 kilogram ini dijual untuk membeli kebutuhan yang bukan pokok. Misalnya rokok. Tolong menjadi perhatian, terutama ibu-ibu, jangan sampai beras bantuan dijual hanya untuk ditukar rokok oleh suaminya,” tegasnya.

Ia menilai. Ketersediaan beras di rumah menjadi salah satu penopang ketahanan pangan keluarga. Ketika kebutuhan pokok telah tersedia, masyarakat dapat lebih tenang memenuhi kebutuhan lainnya sesuai kemampuan.

“Kalau berasnya sudah ada, kita tenang di rumah, anak-anak kita tidak akan kelaparan. Kalau lauk bisa dicari sesuai kondisi. Tapi kalau beras tidak ada, tentu kita yang akan pusing,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Halikinnor juga mengingatkan penerima, agar tidak tergoda menjual sebagian bantuan hanya karena jumlah yang diterima cukup banyak. Menurutnya, menjual beras bantuan dapat membuat keluarga kembali kekurangan pangan sebelum penyaluran berikutnya.

Baca Juga :  Produk Unggulan Kotim Curi Perhatian di
 Kalteng Expo 2026

“Jangan karena menerima tiga sak sekaligus kemudian 10 kilogram dijual dan sisanya digunakan. Pemerintah sudah berusaha mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat, jadi bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan,” katanya.

Di sisi lain, Halikinnor meminta seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak sesuai ketentuan. Penyaluran harus dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

“Saya menekankan pentingnya tertib administrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan distribusi, Agar program bantuan pangan diharapkan benar-benar mampu menjaga ketahanan pangan keluarga dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.(bah/kpg).

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor. Mengingatkan masyarakat penerima bantuan pangan agar memanfaatkan beras yang diberikan pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan dijual atau ditukar dengan barang yang tidak termasuk kebutuhan pokok.

Menurut Halikinnor. Bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memenuhi kebutuhan pangan. Sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Penegasan itu disampaikan Halikinnor. Saat meluncurkan penyaluran bantuan pangan beras periode Juli, Agustus dan September 2026 yang dirangkai dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Rabu (19/8).

Electronic money exchangers listing

Dalam penyaluran tersebut, setiap KPM menerima bantuan sebanyak 30 kilogram. Sekaligus untuk kebutuhan tiga bulan. Karena itu, Halikinnor meminta penerima mengelola bantuan tersebut dengan baik agar persediaan pangan keluarga tetap terjamin.

Baca Juga :  Batasi Aktivitas di Luar Rumah, Jika Mendesak Gunakan Masker

“Jangan sampai beras yang diterima tiga sak atau 30 kilogram ini dijual untuk membeli kebutuhan yang bukan pokok. Misalnya rokok. Tolong menjadi perhatian, terutama ibu-ibu, jangan sampai beras bantuan dijual hanya untuk ditukar rokok oleh suaminya,” tegasnya.

Ia menilai. Ketersediaan beras di rumah menjadi salah satu penopang ketahanan pangan keluarga. Ketika kebutuhan pokok telah tersedia, masyarakat dapat lebih tenang memenuhi kebutuhan lainnya sesuai kemampuan.

“Kalau berasnya sudah ada, kita tenang di rumah, anak-anak kita tidak akan kelaparan. Kalau lauk bisa dicari sesuai kondisi. Tapi kalau beras tidak ada, tentu kita yang akan pusing,” ujarnya.

Halikinnor juga mengingatkan penerima, agar tidak tergoda menjual sebagian bantuan hanya karena jumlah yang diterima cukup banyak. Menurutnya, menjual beras bantuan dapat membuat keluarga kembali kekurangan pangan sebelum penyaluran berikutnya.

Baca Juga :  Produk Unggulan Kotim Curi Perhatian di
 Kalteng Expo 2026

“Jangan karena menerima tiga sak sekaligus kemudian 10 kilogram dijual dan sisanya digunakan. Pemerintah sudah berusaha mengantisipasi kebutuhan pangan masyarakat, jadi bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan,” katanya.

Di sisi lain, Halikinnor meminta seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak sesuai ketentuan. Penyaluran harus dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

“Saya menekankan pentingnya tertib administrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan distribusi, Agar program bantuan pangan diharapkan benar-benar mampu menjaga ketahanan pangan keluarga dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.(bah/kpg).

 

Terpopuler

Artikel Terbaru