SAMPIT, PROKALTENG.CO– Kehadiran maskapai Super Air Jet (SAJ) di Bandara Haji Asan Sampit menandai babak baru transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pesawat berbadan besar berjenis Airbus A320 yang berkapasitas hingga 180 penumpang berhasil mendarat di bandara tersebut, Jumat (12/6).
Bupati Kotim, H Halikinnor, menyebut pendaratan pesawat ini, sebagai tonggak penting bagi kemajuan konektivitas udara, khususnya di wilayah timur Kalimantan Tengah.
“Ini sejarah baru. Sepanjang keberadaan Bandara Haji Asan, baru kali ini pesawat dengan kapasitas 180 penumpang bisa mendarat di Sampit,” ujar Halikinnor.
Peresmian penerbangan perdana rute JakartaSampit (PP) ini, disambut antusias oleh berbagai pemangku kepentingan. Turut hadir dalam momen tersebut Wakil Bupati Kotim Irawati, Bupati Seruyan, perwakilan Pemkab Katingan, unsur Forkopimda, Kepala Bandara Haji Asan, kepala BMKG Sampit, perwakilan Kadin, hingga tokoh masyarakat setempat.
Halikinnor optimistis beroperasinya Super Air Jet tidak hanya memperluas opsi transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi karena akses yang kini makin efisien.
“Selama ini, banyak investor yang hendak menuju Sampit harus transit di Palangka Raya lalu melanjutkan perjalanan darat. Dengan beroperasinya Super Air Jet, akses tersebut menjadi jauh lebih mudah dan cepat,” paparnya.
Keberhasilan ini diakui sebagai buah sinergi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, Kementerian Perhubungan, serta dukungan masyarakat. Mengiringi kemajuan tersebut, pembenahan infrastruktur bandara terus digenjot. Mulai dari penertiban hambatan keselamatan (obstacle) berupa pepohonan, hingga penambahan fasilitas keamanan.
Terkait pengembangan fasilitas, Halikinnor mengungkapkan, pemerintah pusat telah menyetujui perluasan landasan pacu (runway). Saat ini, runway Bandara Haji Asan memiliki panjang 2.060 meter dengan lebar 30 meter.
“Perpanjangan dan pelebaran runway nantinya menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan, dan kami harap segera direalisasikan. Di sisi lain, Pemkab Kotim juga berkomitmen membangun gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) serta perluasan apron yang ditargetkan mulai pada 2027,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap maskapai lain seperti Batik Air menyusul membuka rute ke Sampit, termasuk penerbangan langsung menuju Surabaya yang dinilai memiliki permintaan tinggi. Sebagai informasi, pada penerbangan perdananya, pesawat Super Air Jet tercatat membawa 178 penumpang tiba di Sampit dan memberangkatkan 141 penumpang menuju Jakarta.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengapresiasi tingginya atensi pemerintah daerah dalam memajukan transportasi udara.
“Jarang sekali inaugurasi penerbangan dihadiri langsung oleh beberapa kepala daerah sekaligus. Ini menunjukkan dukungan yang luar biasa,” puji Ferdinan. (bah/kpg)


