Bupati : Jangan Sampai Pesawat yang Sudah Berhasil Kita Datangkan Terganggu Kabut Asap karena Karhutla

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperketat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.

Penanganan karhutla menjadi salah satu fokus utama dalam caffee morning yang dipimpin Bupati Kotim Halikinnor bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah, di Aula rumah jabatan Bupati, Senin (3/8).

Halikinnor menegaskan. Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Jika tidak dikendalikan, kabut asap dapat menimbulkan dampak berantai terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga sektor transportasi udara.

Ia secara khusus mengingatkan agar kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit yang kini kembali memiliki layanan penerbangan Super Air Jet setiap hari.

“Jangan sampai pesawat yang sudah berhasil kita datangkan justru terganggu akibat kabut asap karena karhutla,” tegas Halikinnor.

Baca Juga :  Hadapi Ancaman Karhutla, BPB-PK Kalteng Kerahkan 697 Personel Siaga di Lapangan

Untuk mencegah kebakaran meluas, Halikinnor meminta jajaran kecamatan dan kelurahan bersama masyarakat meningkatkan pengawasan di kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran.

Camat, lurah, RT, RW, Satpol PP hingga aparat keamanan diminta aktif melakukan patroli dan segera melaporkan setiap titik api. Setiap kejadian kebakaran juga harus ditelusuri untuk memastikan penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Electronic money exchangers listing

“Jangan hanya memadamkan apinya. Kita juga harus mengetahui penyebabnya sehingga kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Pemkab Kotim juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kendala pemadaman di kawasan gambut, terutama ketika sumber air semakin terbatas selama musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memetakan lokasi rawan sekaligus menyiapkan opsi penyediaan sumber air, termasuk pembangunan sumur bor dan embung sementara pada titik-titik yang membutuhkan.

Baca Juga :  SOB Kalteng: Karhutla Bukan Sekadar Akibat Kemarau, Tapi Kerusakan Gambut

Di sektor kesehatan dan pendidikan, Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan diminta memperkuat pemantauan kualitas udara. Jika konsentrasi asap semakin memburuk, pemerintah akan mengevaluasi aktivitas pembelajaran dan menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk distribusi masker.

Halikinnor menekankan bahwa dampak karhutla dapat merembet ke berbagai sektor. Selain mengancam kesehatan, asap juga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, mengganggu penerbangan dan memengaruhi iklim investasi daerah.

“Dampaknya sangat luas, mulai dari kesehatan, transportasi hingga investasi. Karena itu pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(bah/kpg)

 

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperketat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.

Penanganan karhutla menjadi salah satu fokus utama dalam caffee morning yang dipimpin Bupati Kotim Halikinnor bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah, di Aula rumah jabatan Bupati, Senin (3/8).

Halikinnor menegaskan. Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Jika tidak dikendalikan, kabut asap dapat menimbulkan dampak berantai terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga sektor transportasi udara.

Electronic money exchangers listing

Ia secara khusus mengingatkan agar kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit yang kini kembali memiliki layanan penerbangan Super Air Jet setiap hari.

“Jangan sampai pesawat yang sudah berhasil kita datangkan justru terganggu akibat kabut asap karena karhutla,” tegas Halikinnor.

Baca Juga :  Hadapi Ancaman Karhutla, BPB-PK Kalteng Kerahkan 697 Personel Siaga di Lapangan

Untuk mencegah kebakaran meluas, Halikinnor meminta jajaran kecamatan dan kelurahan bersama masyarakat meningkatkan pengawasan di kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran.

Camat, lurah, RT, RW, Satpol PP hingga aparat keamanan diminta aktif melakukan patroli dan segera melaporkan setiap titik api. Setiap kejadian kebakaran juga harus ditelusuri untuk memastikan penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Jangan hanya memadamkan apinya. Kita juga harus mengetahui penyebabnya sehingga kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Pemkab Kotim juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kendala pemadaman di kawasan gambut, terutama ketika sumber air semakin terbatas selama musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memetakan lokasi rawan sekaligus menyiapkan opsi penyediaan sumber air, termasuk pembangunan sumur bor dan embung sementara pada titik-titik yang membutuhkan.

Baca Juga :  SOB Kalteng: Karhutla Bukan Sekadar Akibat Kemarau, Tapi Kerusakan Gambut

Di sektor kesehatan dan pendidikan, Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan diminta memperkuat pemantauan kualitas udara. Jika konsentrasi asap semakin memburuk, pemerintah akan mengevaluasi aktivitas pembelajaran dan menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk distribusi masker.

Halikinnor menekankan bahwa dampak karhutla dapat merembet ke berbagai sektor. Selain mengancam kesehatan, asap juga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, mengganggu penerbangan dan memengaruhi iklim investasi daerah.

“Dampaknya sangat luas, mulai dari kesehatan, transportasi hingga investasi. Karena itu pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(bah/kpg)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru