29.1 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024
spot_img

Bupati : Penilaian Kinerja ASN Kotim Harus Apa Adanya

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk tidak melakukan manipulasi hasil penilaian kinerjanya, kalau ada yang kedapatan akan diancam dengan sanksi tegas hal itu di sampiakan oleh Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor saat melantik sejumlah pejabat di Gedung Serba Guna Sampit, Senin (27/2) kemarin.

“Saya minta para ASN yang ada di Kabupaten Kotim tidak melakukan manipulasi hasil kinerjanya, penilaian kinerja harus apa adanya. Kalau ada ASN bekerja dengan baik tentu nilainya akan bagus, begitu juga sebaliknya, apabila ada yang memanipulasi maka akan diancam dengan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Halikin.

Menurutnya penilaian kinerja setiap bulannya dijadikan dasar perhitungan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP). Oleh karena itu pengukuran kinerja setiap ASN dilakukan secara objektif mungkin, untuk memastikan seluruh ASN bekerja dengan baik, dirinya pun meminta Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebagai tim penilaian kinerja untuk mengawasi betul kinerja para ASN.

Baca Juga :  Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan

“Jika perlu laksanakan uji petik atau sidak pada OPD apakah betul pegawai ASN melaksanakan tugas dengan baik atau tidak dan begitu pula saya minta kepada Kepala OPD untuk melaksanakan pengawasan di perangkat daerah unit kerjanya masing-masing,” pinta Halikin.

Dirinya juga mengatakan terkait TPP itu bukan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi para ASN, tetapi melainkan penghargaan terhadap kinerja dan disiplinnya para mereka dalam menjankan tugas untuk melayani masyarakat dan untuk perhitungan TPP itu berdasarkan kinerja pegawai setiap bulannya. Kalau hasil penilaian kinerjanya dinilai bagus tentu hal tersebut berpengaruh terhadap TPP.

“Saya minta TPP jangan dijadikan BLT PNS. TPP itu sebenarnya salah satu bentuk penghargaan atas kinerja dan disiplin PNS dalam menjalankan tugasnya, makanya saya  meminta kepada BKPSDM sebagai tim penilai kinerja ASN melakukan pengawasan dengan benar,” ujar Halikin

Baca Juga :  Akta Kematian Penting untuk Data Pembangunan Secara Nasional

Ia juga meminta maat atas menunggaknya TPP ASN beberapa waktu lalu, tapi kini semua TPP sudah telah diselesaikan, dengan begitu kepada para ASN dapat meningkatkan kenerjanya.

“Saya juga berkeinginan apabila anggaran kita  memungkinkan, besaran TPP untuk para SSN akan kami tingkatkan,” tutupnya.(bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk tidak melakukan manipulasi hasil penilaian kinerjanya, kalau ada yang kedapatan akan diancam dengan sanksi tegas hal itu di sampiakan oleh Bupati Kabupaten Kotim H.Halikinnor saat melantik sejumlah pejabat di Gedung Serba Guna Sampit, Senin (27/2) kemarin.

“Saya minta para ASN yang ada di Kabupaten Kotim tidak melakukan manipulasi hasil kinerjanya, penilaian kinerja harus apa adanya. Kalau ada ASN bekerja dengan baik tentu nilainya akan bagus, begitu juga sebaliknya, apabila ada yang memanipulasi maka akan diancam dengan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Halikin.

Menurutnya penilaian kinerja setiap bulannya dijadikan dasar perhitungan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP). Oleh karena itu pengukuran kinerja setiap ASN dilakukan secara objektif mungkin, untuk memastikan seluruh ASN bekerja dengan baik, dirinya pun meminta Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebagai tim penilaian kinerja untuk mengawasi betul kinerja para ASN.

Baca Juga :  Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan

“Jika perlu laksanakan uji petik atau sidak pada OPD apakah betul pegawai ASN melaksanakan tugas dengan baik atau tidak dan begitu pula saya minta kepada Kepala OPD untuk melaksanakan pengawasan di perangkat daerah unit kerjanya masing-masing,” pinta Halikin.

Dirinya juga mengatakan terkait TPP itu bukan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi para ASN, tetapi melainkan penghargaan terhadap kinerja dan disiplinnya para mereka dalam menjankan tugas untuk melayani masyarakat dan untuk perhitungan TPP itu berdasarkan kinerja pegawai setiap bulannya. Kalau hasil penilaian kinerjanya dinilai bagus tentu hal tersebut berpengaruh terhadap TPP.

“Saya minta TPP jangan dijadikan BLT PNS. TPP itu sebenarnya salah satu bentuk penghargaan atas kinerja dan disiplin PNS dalam menjalankan tugasnya, makanya saya  meminta kepada BKPSDM sebagai tim penilai kinerja ASN melakukan pengawasan dengan benar,” ujar Halikin

Baca Juga :  Akta Kematian Penting untuk Data Pembangunan Secara Nasional

Ia juga meminta maat atas menunggaknya TPP ASN beberapa waktu lalu, tapi kini semua TPP sudah telah diselesaikan, dengan begitu kepada para ASN dapat meningkatkan kenerjanya.

“Saya juga berkeinginan apabila anggaran kita  memungkinkan, besaran TPP untuk para SSN akan kami tingkatkan,” tutupnya.(bah/kpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru