Resmikan Pasar Seni Kiai Gede, Bupati Kobar Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah, meresmikan Pasar Seni Kiai Gede di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Senin (11/5). Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai terminal itu kini disulap menjadi pusat ekonomi kreatif sekaligus ruang publik modern untuk mendukung pengembangan UMKM, seni, budaya, dan pariwisata di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan.

Pasar Seni Kiai Gede dilengkapi berbagai fasilitas, meliputi delapan unit usaha, satu unit kafetaria, satu unit Tourist Information Center (TIC), ruang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta meeting room.

Dalam sambutannya, Nurhidayah mengatakan pembangunan Pasar Seni Kiai Gede merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional menuju sektor kreatif sekaligus menyediakan ruang usaha yang layak bagi pelaku UMKM.

“Pembangunan Pasar Seni Kiai Gede ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional ke sektor kreatif, sekaligus memberikan ruang usaha yang layak dan representatif bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Baca Juga :  Resmi Dibuka Bupati! Popkab Kobar Diikuti 41 SMP dan SMA, Pertandingkan 4 Cabang Olahraga

Menurutnya, keberadaan pasar seni tersebut juga diharapkan mampu mengangkat potensi seni dan budaya lokal sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kita ingin menjadikan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan, agar lebih hidup dan produktif,” katanya.

Nurhidayah menjelaskan, Pasar Seni Kiai Gede tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya, ruang bagi seniman lokal menampilkan karya, serta destinasi wisata baru yang mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kotawaringin Barat.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, pasar seni tersebut diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman, tertib, dan modern, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan pasca berbagai tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada kesempatan itu, Nurhidayah juga menjelaskan bahwa nama Kiai Gede memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat. Nama tersebut diambil dari tokoh ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Kotawaringin pada abad ke-17 yang dikenal berperan penting dalam membangun peradaban Islam di daerah tersebut.

Baca Juga :  381 ASN Ikuti Profiling, Pemkab Kobar Siapkan Bank Talenta Daerah

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pasar secara profesional agar keberadaan Pasar Seni Kiai Gede dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

“Kita tidak ingin pasar ini hanya ramai di awal, tetapi kemudian menurun karena kurangnya pengelolaan,” tegasnya.

Nurhidayah juga berpesan kepada pengelola agar menerapkan manajemen pasar secara profesional, tertib, dan transparan. Sementara kepada para pedagang, ia meminta agar menjaga kualitas produk, kebersihan, serta pelayanan kepada pengunjung.

Kepada masyarakat, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas pasar seni agar tetap nyaman dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi, pembinaan UMKM serta pelaku seni, hingga promosi Pasar Seni Kiai Gede sebagai bagian dari paket wisata daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat. (tim)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah, meresmikan Pasar Seni Kiai Gede di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Senin (11/5). Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai terminal itu kini disulap menjadi pusat ekonomi kreatif sekaligus ruang publik modern untuk mendukung pengembangan UMKM, seni, budaya, dan pariwisata di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan.

Pasar Seni Kiai Gede dilengkapi berbagai fasilitas, meliputi delapan unit usaha, satu unit kafetaria, satu unit Tourist Information Center (TIC), ruang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta meeting room.

Dalam sambutannya, Nurhidayah mengatakan pembangunan Pasar Seni Kiai Gede merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional menuju sektor kreatif sekaligus menyediakan ruang usaha yang layak bagi pelaku UMKM.

Electronic money exchangers listing

“Pembangunan Pasar Seni Kiai Gede ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional ke sektor kreatif, sekaligus memberikan ruang usaha yang layak dan representatif bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Baca Juga :  Resmi Dibuka Bupati! Popkab Kobar Diikuti 41 SMP dan SMA, Pertandingkan 4 Cabang Olahraga

Menurutnya, keberadaan pasar seni tersebut juga diharapkan mampu mengangkat potensi seni dan budaya lokal sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kita ingin menjadikan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan, agar lebih hidup dan produktif,” katanya.

Nurhidayah menjelaskan, Pasar Seni Kiai Gede tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya, ruang bagi seniman lokal menampilkan karya, serta destinasi wisata baru yang mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kotawaringin Barat.

Selain itu, pasar seni tersebut diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman, tertib, dan modern, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan pasca berbagai tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada kesempatan itu, Nurhidayah juga menjelaskan bahwa nama Kiai Gede memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat. Nama tersebut diambil dari tokoh ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Kotawaringin pada abad ke-17 yang dikenal berperan penting dalam membangun peradaban Islam di daerah tersebut.

Baca Juga :  381 ASN Ikuti Profiling, Pemkab Kobar Siapkan Bank Talenta Daerah

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pasar secara profesional agar keberadaan Pasar Seni Kiai Gede dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

“Kita tidak ingin pasar ini hanya ramai di awal, tetapi kemudian menurun karena kurangnya pengelolaan,” tegasnya.

Nurhidayah juga berpesan kepada pengelola agar menerapkan manajemen pasar secara profesional, tertib, dan transparan. Sementara kepada para pedagang, ia meminta agar menjaga kualitas produk, kebersihan, serta pelayanan kepada pengunjung.

Kepada masyarakat, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas pasar seni agar tetap nyaman dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi, pembinaan UMKM serta pelaku seni, hingga promosi Pasar Seni Kiai Gede sebagai bagian dari paket wisata daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru