Gotong Royong Lintas Sektor! Dorong Terciptanya Lingkungan Bersih, Sehat dan Tertata

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama unsur lintas sektor dan masyarakat, melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) di wilayah Kecamatan Kumai, Rabu (1/4).

Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik strategis. Yakni di sepanjang Jalan Poros Pasir Panjang–Sei Kapitan serta Jalan Padat Karya Desa Sei Kapitan menuju Kantor Kecamatan Kumai.

Gotong royong melibatkan berbagai pihak. Antara lain DLH Kotawaringin Barat, Kecamatan Kumai, Polsek Kumai, Koramil Kumai, KSOP Kumai, Pemerintah Desa Sei Kapitan, Pemerintah Desa Batu Belaman, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani. Menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah. Dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata di Kecamatan Kumai.

“Melalui gotong royong lintas sektor ini, kami mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Khususnya pada jalur strategis yang menjadi akses utama masyarakat dan wisatawan. Hal ini juga merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kotawaringin Barat, agar Kota Kumai sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Taman Nasional Tanjung Puting dapat memberikan kesan yang bersih, rapi, dan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Diperkirakan 1.400 Anak Rentan Stunting, Pemkab Kobar Terus Perkuat Upaya Pencegahan

Syahyani menyampaikan. Kegiatan ini tidak bersifat insidental, melainkan akan dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI, dengan fokus pada penanganan kebersihan di fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah Kecamatan Kumai, khususnya pada jalur utama Pangkalan Bun–Auri–Kelurahan Candi hingga Pelabuhan Kumai.

Dalam konteks pengembangan desa wisata, upaya ini juga sejalan dengan prinsip Zero Waste Tourism. Yaitu pendekatan pengelolaan destinasi wisata yang menekankan pengurangan timbulan sampah sejak dari sumbernya, optimalisasi pemilahan, serta penguatan sistem daur ulang dan pemanfaatan kembali.

Electronic money exchangers listing

Prinsip ini mendorong keterlibatan aktif pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memastikan bahwa aktivitas pariwisata tidak menambah beban lingkungan, khususnya pada kawasan pesisir dan jalur wisata seperti di Kecamatan Kumai.

Baca Juga :  Waspada! Ancaman Paling Terdekat di Saat Hujan Setiap Hari Adalah Banjir

Secara operasional, penerapan Zero Waste Tourism antara lain dilakukan melalui penyediaan sarana prasarana persampahan yang memadai, edukasi kepada masyarakat dan pengunjung, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan peran kelembagaan lokal dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dengan demikian, intervensi kebersihan yang dilakukan pemerintah daerah melalui DLH, tidak hanya bersifat penanganan, tetapi juga mengarah pada perubahan perilaku dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Kegiatan gotong royong ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, antara lain terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, peningkatan kenyamanan ruang publik, serta penguatan citra kawasan sebagai destinasi yang layak dikunjungi.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah, sekaligus mendukung pengembangan desa wisata di Kecamatan Kumai yang berwawasan lingkungan.(mmc/ind)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama unsur lintas sektor dan masyarakat, melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) di wilayah Kecamatan Kumai, Rabu (1/4).

Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik strategis. Yakni di sepanjang Jalan Poros Pasir Panjang–Sei Kapitan serta Jalan Padat Karya Desa Sei Kapitan menuju Kantor Kecamatan Kumai.

Gotong royong melibatkan berbagai pihak. Antara lain DLH Kotawaringin Barat, Kecamatan Kumai, Polsek Kumai, Koramil Kumai, KSOP Kumai, Pemerintah Desa Sei Kapitan, Pemerintah Desa Batu Belaman, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Electronic money exchangers listing

Plt Kepala DLH Kobar, Syahyani. Menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah. Dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata di Kecamatan Kumai.

“Melalui gotong royong lintas sektor ini, kami mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Khususnya pada jalur strategis yang menjadi akses utama masyarakat dan wisatawan. Hal ini juga merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kotawaringin Barat, agar Kota Kumai sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Taman Nasional Tanjung Puting dapat memberikan kesan yang bersih, rapi, dan nyaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Diperkirakan 1.400 Anak Rentan Stunting, Pemkab Kobar Terus Perkuat Upaya Pencegahan

Syahyani menyampaikan. Kegiatan ini tidak bersifat insidental, melainkan akan dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI, dengan fokus pada penanganan kebersihan di fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah Kecamatan Kumai, khususnya pada jalur utama Pangkalan Bun–Auri–Kelurahan Candi hingga Pelabuhan Kumai.

Dalam konteks pengembangan desa wisata, upaya ini juga sejalan dengan prinsip Zero Waste Tourism. Yaitu pendekatan pengelolaan destinasi wisata yang menekankan pengurangan timbulan sampah sejak dari sumbernya, optimalisasi pemilahan, serta penguatan sistem daur ulang dan pemanfaatan kembali.

Prinsip ini mendorong keterlibatan aktif pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memastikan bahwa aktivitas pariwisata tidak menambah beban lingkungan, khususnya pada kawasan pesisir dan jalur wisata seperti di Kecamatan Kumai.

Baca Juga :  Waspada! Ancaman Paling Terdekat di Saat Hujan Setiap Hari Adalah Banjir

Secara operasional, penerapan Zero Waste Tourism antara lain dilakukan melalui penyediaan sarana prasarana persampahan yang memadai, edukasi kepada masyarakat dan pengunjung, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan peran kelembagaan lokal dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dengan demikian, intervensi kebersihan yang dilakukan pemerintah daerah melalui DLH, tidak hanya bersifat penanganan, tetapi juga mengarah pada perubahan perilaku dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Kegiatan gotong royong ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, antara lain terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, peningkatan kenyamanan ruang publik, serta penguatan citra kawasan sebagai destinasi yang layak dikunjungi.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah, sekaligus mendukung pengembangan desa wisata di Kecamatan Kumai yang berwawasan lingkungan.(mmc/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru