Ia berharap program Desa Binaan Imigrasi dan Pelayanan Eazy Passport tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berjalan secara nyata melalui edukasi kepada masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta pengawasan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Khristianto Yudha juga menyambut baik penetapan Desa Pamait, Desa Sababilah, Desa Sanggu, Desa Mangaris, Desa Pamangka, dan Kelurahan Buntok Kota sebagai Desa Binaan Imigrasi.
Ia berharap desa dan kelurahan tersebut dapat menjadi percontohan dalam membangun kesadaran hukum, ketertiban administrasi, serta perlindungan masyarakat di tingkat lokal.
” Pelayanan seperti ini sangat membantu masyarakat karena lebih mudah dijangkau, lebih cepat, dan memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan,” imbuhnya.
Khristianto Yudha menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup upaya menciptakan rasa aman, tertib, dan perlindungan bagi masyarakat.
”Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Imigrasi, Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus dijaga dan diperkuat demi terwujudnya Barito Selatan yang aman dan tertib,” tuturnya. (ena/kpg)
Ia berharap program Desa Binaan Imigrasi dan Pelayanan Eazy Passport tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berjalan secara nyata melalui edukasi kepada masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta pengawasan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Khristianto Yudha juga menyambut baik penetapan Desa Pamait, Desa Sababilah, Desa Sanggu, Desa Mangaris, Desa Pamangka, dan Kelurahan Buntok Kota sebagai Desa Binaan Imigrasi.
Ia berharap desa dan kelurahan tersebut dapat menjadi percontohan dalam membangun kesadaran hukum, ketertiban administrasi, serta perlindungan masyarakat di tingkat lokal.
” Pelayanan seperti ini sangat membantu masyarakat karena lebih mudah dijangkau, lebih cepat, dan memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan,” imbuhnya.
Khristianto Yudha menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup upaya menciptakan rasa aman, tertib, dan perlindungan bagi masyarakat.
”Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Imigrasi, Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus dijaga dan diperkuat demi terwujudnya Barito Selatan yang aman dan tertib,” tuturnya. (ena/kpg)