‎Indonesia dan Albania Teken MoU Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran

‎Ia menegaskan, Albania memandang Indonesia sebagai salah satu mitra paling penting di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, kehadiran diplomatik Albania di Jakarta menjadi bagian dari strategi memperkuat hubungan dengan Indonesia dalam berbagai sektor.

‎”Albania melihat Indonesia sebagai mitra yang sangat penting di Asia Tenggara. Penandatanganan kerja sama hari ini bukan hanya sebuah dokumen, tetapi merupakan simbol komitmen kami untuk membangun kemitraan jangka panjang,” ujarnya.

‎Delina juga meyakini hubungan kedua negara akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia mengingat kembali pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Albania Edi Rama dan Presiden Albania Bajram Begaj di Tirana pada 2024 yang menjadi fondasi penguatan hubungan bilateral.

‎”Kami percaya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, hubungan kedua negara akan terus berkembang. Pertemuan di Tirana pada tahun 2024 menjadi momentum penting, dan hari ini merupakan kelanjutan nyata dari komitmen tersebut,” ujar Delina.

Baca Juga :  MPR Mundurkan Waktu Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

‎Lebih lanjut, Delina berharap MoU yang telah ditandatangani segera diimplementasikan melalui program-program konkret yang mampu memberikan manfaat bagi kedua negara.

‎”Kami tidak hanya senang dengan penandatanganan kerja sama ini, tetapi juga menantikan implementasinya serta kerja sama jangka panjang yang mencerminkan kepercayaan dan keyakinan antara kedua pemerintah,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

‎Dalam kesempatan tersebut, Delina juga mengungkapkan bahwa Albania memandang tenaga kerja Indonesia sebagai sumber daya manusia yang memiliki reputasi baik di tingkat internasional.

‎”Kami menilai tenaga kerja Indonesia sangat dihormati secara internasional karena profesionalisme dan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, kami ingin memperluas kerja sama dengan tenaga kerja Indonesia,” ungkap Delina.

‎Delina Ibrahimaj menjelaskan bahwa Albania saat ini memiliki kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor jasa, seperti kesehatan, logistik, dan pertanian. Meskipun merupakan negara dengan wilayah yang relatif kecil, Albania memiliki perekonomian yang terus berkembang dan semakin beragam.

Baca Juga :  Ramai-ramai Tolak RUU HIP

‎”Albania memang negara kecil, tetapi kami memiliki ekonomi yang terus bertumbuh. Letak kami yang strategis di Eropa serta proses bergabung dengan Uni Eropa akan menjadi nilai tambah, tidak hanya bagi Albania tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi Indonesia,” pungkas Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania, Delina Ibrahimaj.

‎Melalui kesepakatan ini, Pemerintah Indonesia dan Republik Albania berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral berbasis prinsip saling menguntungkan (mutual benefit).

‎Ia menegaskan, Albania memandang Indonesia sebagai salah satu mitra paling penting di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, kehadiran diplomatik Albania di Jakarta menjadi bagian dari strategi memperkuat hubungan dengan Indonesia dalam berbagai sektor.

‎”Albania melihat Indonesia sebagai mitra yang sangat penting di Asia Tenggara. Penandatanganan kerja sama hari ini bukan hanya sebuah dokumen, tetapi merupakan simbol komitmen kami untuk membangun kemitraan jangka panjang,” ujarnya.

‎Delina juga meyakini hubungan kedua negara akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Electronic money exchangers listing

Ia mengingat kembali pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Albania Edi Rama dan Presiden Albania Bajram Begaj di Tirana pada 2024 yang menjadi fondasi penguatan hubungan bilateral.

‎”Kami percaya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, hubungan kedua negara akan terus berkembang. Pertemuan di Tirana pada tahun 2024 menjadi momentum penting, dan hari ini merupakan kelanjutan nyata dari komitmen tersebut,” ujar Delina.

Baca Juga :  MPR Mundurkan Waktu Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

‎Lebih lanjut, Delina berharap MoU yang telah ditandatangani segera diimplementasikan melalui program-program konkret yang mampu memberikan manfaat bagi kedua negara.

‎”Kami tidak hanya senang dengan penandatanganan kerja sama ini, tetapi juga menantikan implementasinya serta kerja sama jangka panjang yang mencerminkan kepercayaan dan keyakinan antara kedua pemerintah,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Delina juga mengungkapkan bahwa Albania memandang tenaga kerja Indonesia sebagai sumber daya manusia yang memiliki reputasi baik di tingkat internasional.

‎”Kami menilai tenaga kerja Indonesia sangat dihormati secara internasional karena profesionalisme dan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, kami ingin memperluas kerja sama dengan tenaga kerja Indonesia,” ungkap Delina.

‎Delina Ibrahimaj menjelaskan bahwa Albania saat ini memiliki kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor jasa, seperti kesehatan, logistik, dan pertanian. Meskipun merupakan negara dengan wilayah yang relatif kecil, Albania memiliki perekonomian yang terus berkembang dan semakin beragam.

Baca Juga :  Ramai-ramai Tolak RUU HIP

‎”Albania memang negara kecil, tetapi kami memiliki ekonomi yang terus bertumbuh. Letak kami yang strategis di Eropa serta proses bergabung dengan Uni Eropa akan menjadi nilai tambah, tidak hanya bagi Albania tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi Indonesia,” pungkas Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania, Delina Ibrahimaj.

‎Melalui kesepakatan ini, Pemerintah Indonesia dan Republik Albania berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral berbasis prinsip saling menguntungkan (mutual benefit).

Terpopuler

Artikel Terbaru