PROKALTENG.CO-Proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga Kamis (21/5) malam berjalan lancar.
Sebanyak 43.999 jemaah dari total 116 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Namun, terdapat 30 jemaah yang gagal berangkat
dengan berbagai alasan, termasuk satu jemaah yang terkendala masalah keimigrasian.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, mengungkapkan
satu jemaah asal Banyuwangi dari kloter 84 batal berangkat karena masih terkena sanksi larangan masuk Arab Saudi selama 10 tahun.
Menurut Anam, masalah tersebut diketahui saat proses pemeriksaan keimigrasian melalui layanan Makkah Route di Embarkasi Surabaya.
“Jadi, saat proses Makkah Route terdapat masalah keimigrasian sehingga jemaah batal berangkat. Jemaah tersebut berasal dari kloter 84,” ujarnya, Jumat (22/5).
Ia menjelaskan, jemaah laki-laki berusia sekitar 38 tahun itu sebelumnya pernah mengalami overstay saat berada di Arab Saudi.
Pelanggaran tersebut membuat yang bersangkutan masuk daftar cekal dan tidak diperbolehkan memasuki wilayah Arab Saudi selama 10 tahun.
“Karena dulu pernah mengalami masalah di sana, yakni overstay,” kata Anam.
Meski demikian, Anam memastikan kuota haji milik jemaah tersebut tidak hangus dan tetap bisa digunakan setelah masa sanksi selesai.
“Kuota hajinya tetap ada dan bisa berangkat apabila masa sanksi 10 tahun tersebut sudah selesai,” tegasnya.
Selain kasus cekal imigrasi, puluhan jemaah lain gagal berangkat karena alasan kesehatan dan administrasi.
Penyebab terbanyak adalah penyakit jantung, disusul demensia, kehamilan, hingga tidak memiliki pendamping perjalanan.
Dari total kuota awal sebanyak 44.029 jemaah, realisasi pemberangkatan mencapai 43.999 orang. Sementara itu, satu jemaah masih menjalani perawatan akibat stroke.
Tak hanya itu, satu jemaah asal Tulungagung dari kloter 104 yang semula dijadwalkan berangkat bersama kloter 116 juga terpaksa menunda keberangkatan karena mengalami
tekanan darah rendah dan kondisinya menurun saat hendak naik bus menuju bandara. Sementara sang istri tetap melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Embarkasi Surabaya juga mencatat terdapat 80 kursi kosong selama proses pemberangkatan haji tahun ini.
Jumlah tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan embarkasi lain yang mencapai lebih dari 100 kursi kosong.
“Jumlah kursi kosong relatif lebih sedikit. Secara umum proses berjalan lancar. Hanya ada catatan evaluasi khusus terkait satu jemaah yang mengalami stroke mendadak sementara pasangannya tetap berangkat,” pungkas Anam.(rmt/jpg)


