Pencarian bawah air diperkuat menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV).
Perangkat tersebut digunakan tim salvage untuk melihat kondisi bangkai kapal dari jarak yang lebih aman.
Kamera pada ROV memungkinkan petugas memantau kondisi di bawah air.
Hasil pengamatan tersebut kemudian dijadikan acuan bagi tim penyelam untuk menentukan titik dan langkah penyelaman selanjutnya.
“Data yang dari ROV juga dijadikan acuan untuk tim penyelaman berikutnya,” ujar Yudhi.
Tim salvage telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 12.30 Wita. Mereka melakukan survei bawah air untuk mengetahui posisi dan kedudukan badan kapal secara lebih detail.
Data itu juga akan menjadi bahan untuk menentukan teknis pengangkatan bangkai kapal ke permukaan.
Yudhi belum dapat memastikan berapa lama proses salvage berlangsung. Basarnas mendorong tahapan tersebut dapat dilakukan secepat mungkin.
“Makanya hasil ROV yang diturunkan oleh tim salvage tadi siang, besok pagi akan sampai di sini, akan kita rapatkan untuk tindakan lanjutan,” katanya.
Berdasarkan pemantauan tim penyelam dari KRI GNR, posisi bangkai KM Virgo Transport 8 sejauh ini relatif tidak berubah.
Bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 29 meter. Beberapa bagian kapal berada pada kedalaman sekitar 20 hingga 24 meter.
“Alhamdulillah informasi dari rekan-rekan tim penyelam dan tim yang ada di KRI GNR sementara masih tetap sama, tidak ada bergeser,” kata Yudhi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar tim untuk melanjutkan pencarian di sekitar badan kapal sembari mempersiapkan operasi salvage.
Pencarian bawah air diperkuat menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV).
Perangkat tersebut digunakan tim salvage untuk melihat kondisi bangkai kapal dari jarak yang lebih aman.
Kamera pada ROV memungkinkan petugas memantau kondisi di bawah air.
Hasil pengamatan tersebut kemudian dijadikan acuan bagi tim penyelam untuk menentukan titik dan langkah penyelaman selanjutnya.
“Data yang dari ROV juga dijadikan acuan untuk tim penyelaman berikutnya,” ujar Yudhi.
Tim salvage telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 12.30 Wita. Mereka melakukan survei bawah air untuk mengetahui posisi dan kedudukan badan kapal secara lebih detail.
Data itu juga akan menjadi bahan untuk menentukan teknis pengangkatan bangkai kapal ke permukaan.
Yudhi belum dapat memastikan berapa lama proses salvage berlangsung. Basarnas mendorong tahapan tersebut dapat dilakukan secepat mungkin.
“Makanya hasil ROV yang diturunkan oleh tim salvage tadi siang, besok pagi akan sampai di sini, akan kita rapatkan untuk tindakan lanjutan,” katanya.
Berdasarkan pemantauan tim penyelam dari KRI GNR, posisi bangkai KM Virgo Transport 8 sejauh ini relatif tidak berubah.
Bangkai kapal berada di kedalaman sekitar 29 meter. Beberapa bagian kapal berada pada kedalaman sekitar 20 hingga 24 meter.
“Alhamdulillah informasi dari rekan-rekan tim penyelam dan tim yang ada di KRI GNR sementara masih tetap sama, tidak ada bergeser,” kata Yudhi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar tim untuk melanjutkan pencarian di sekitar badan kapal sembari mempersiapkan operasi salvage.