PROKALTENG.CO – Insiden jatuhnya dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano di Pasuruan pada Kamis (16/11) kemarin menjadi kabar duka mendalam. Kedua pesawat milik TNI AU tersebut jatuh di Pasuruan, Jawa Timur saat melakukan latihan formasi rutin.
Diketahui, kedua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano tersebut diterbangkan oleh empat perwira menengah TNI AU.
Menurut keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati, pesawat Super Tucano mulai mengalami lost contact pada pukul 11.18 WIB pada Kamis (16/11) kemarin.
Berdasarkan dugaan kuat, Kadispenau Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati menyatakan, kecelakaan tersebut disebabkan murni karena keadaan cuaca yang buruk.
Akibat kecelakaan tersebut, seluruh korban jatuhnya dua pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano milik Skadron 21 Lanud Abd Saleh TNI AU di wilayah Pasuruan, Jawa Timur ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Keempat korban tersebut adalah:
- Letkol Pnb Sandhra Gunawan, alumni Akademi Angkatan Udara 2004
- Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya, alumni Akademi Angkatan Udara 1999
- Kolonel Pnb Subhan, alumni Akademi Angkatan Udara 1998
- Mayor Pnb Yuda Anggara Seta, alumni Akademi Angkatan Udara 2006
Dikutip dari Antara, Kadispenau Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati menyampaikan, jenazah Mayor Pnb Yuda Anggara Seta dan Kolonel Pnb Subhan sudah berada di Lanud Abd Saleh Malang dan sudah disemayamkan di hanggar.
Sementara jenazah Letkol Pnb Sandhra Gunawan dan Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya akan dibawa ke Lanud Abd Saleh Malang.
Diketahui sebelumnya, Letkol Pnb Sandhra dan Kolonel Adm Widiono menumpang pesawat nomor registrasi TT-3111.
Sedangkan Mayor Pnb Yuda dan Kolonel Pnb Subhan diketahui menumpang pesawat nomor registrasi TT-3103.
Letkol Pnb Sandhra dan Mayor Pnb Yuda berada di kursi depan (frontseater), sementara Kolonel Adm Widiono dan Kolonel Pnb Subhan mengisi posisi belakang (backseater). (pri/jawapos.com)