Tragedi KM Virgo Transport 8, Presiden Prabowo Sampaikan Duka dan Minta Investigasi Menyeluruh

Penerapan Teknologi Drone Bawah Laut dan KRI Canopus

Untuk menunjang pencarian bawah air di titik prioritas, unsur TNI Angkatan Laut memperkuat alutsista dengan menurunkan KRI Canopus. Kapal perang ini dilengkapi teknologi canggih untuk memetakan kondisi di dasar laut.

“Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Canopus. Kapal ini dilengkapi dengan echo sounder dan drone bawah laut yang berfungsi untuk pencarian baik di permukaan maupun bawah permukaan,” ujar Sudayana.

Meski demikian, penggunaan drone bawah laut (drone water) harus memperhitungkan kendala cuaca ekstrem. Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, arah angin berembus dari tenggara dengan arus laut menuju barat laut-barat daya, serta ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Baca Juga :  Hore!!! Rapelan Gaji Pensiunan PNS Cair Bulan Ini, Ini Ketentuan usai Naik 12 Persen

Teknis operasional alutsista canggih tersebut sepenuhnya diserahkan kepada tim ahli yang berada di KRI Canopus.

“Jadi saya selaku SMC menyerahkan sepenuhnya kepada unsur-unsur yang ada di lokasi karena unsur itulah yang mengetahui benar situasi dan kondisi yang ada saat ini di lokasi kejadian,” tuturnya.

Ratusan Penumpang Masih Dalam Pencarian

KMP Virgo Transport 8 yang membawa total 243 orang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu pukul 02.00 WITA, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dan hilang kontak pada Minggu (13/9).

Electronic money exchangers listing

Data sementara Basarnas mencatat sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 97 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  MUI: Salat Iduladha di Zona Merah Sebaiknya Ditiadakan

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus bekerja keras menyisir lokasi kejadian untuk mencari 140 penumpang lain yang belum masuk dalam daftar evakuasi.(jpc)

 

Penerapan Teknologi Drone Bawah Laut dan KRI Canopus

Untuk menunjang pencarian bawah air di titik prioritas, unsur TNI Angkatan Laut memperkuat alutsista dengan menurunkan KRI Canopus. Kapal perang ini dilengkapi teknologi canggih untuk memetakan kondisi di dasar laut.

“Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Canopus. Kapal ini dilengkapi dengan echo sounder dan drone bawah laut yang berfungsi untuk pencarian baik di permukaan maupun bawah permukaan,” ujar Sudayana.

Meski demikian, penggunaan drone bawah laut (drone water) harus memperhitungkan kendala cuaca ekstrem. Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, arah angin berembus dari tenggara dengan arus laut menuju barat laut-barat daya, serta ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Hore!!! Rapelan Gaji Pensiunan PNS Cair Bulan Ini, Ini Ketentuan usai Naik 12 Persen

Teknis operasional alutsista canggih tersebut sepenuhnya diserahkan kepada tim ahli yang berada di KRI Canopus.

“Jadi saya selaku SMC menyerahkan sepenuhnya kepada unsur-unsur yang ada di lokasi karena unsur itulah yang mengetahui benar situasi dan kondisi yang ada saat ini di lokasi kejadian,” tuturnya.

Ratusan Penumpang Masih Dalam Pencarian

KMP Virgo Transport 8 yang membawa total 243 orang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu pukul 02.00 WITA, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dan hilang kontak pada Minggu (13/9).

Data sementara Basarnas mencatat sebanyak 103 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 97 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  MUI: Salat Iduladha di Zona Merah Sebaiknya Ditiadakan

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus bekerja keras menyisir lokasi kejadian untuk mencari 140 penumpang lain yang belum masuk dalam daftar evakuasi.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru