JAKARTA, PROKALTENG.CO — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluncurkan layanan telekonseling khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (12/10).
Layanan yang mengusung tema “Dengar Ceritanya, Kuatkan Langkahnya” ini dihadirkan untuk memperluas akses dukungan psikologis serta mengatasi tekanan mental pekerja di luar negeri melalui hotline 08118080141
Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelindungan Pekerja Migran secara menyeluruh, mulai dari sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah kembali ke tanah air.
Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan, layanan bertema “Dengar Ceritanya, Kuatkan Langkahnya” tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan pekerja migran tidak hanya memperoleh pelindungan terkait pekerjaan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan mendapatkan dukungan kesehatan mental.
“Semoga kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa setiap Pekerja Migran Indonesia tidak hanya memperoleh pelindungan dalam bekerja, tetapi juga memiliki ruang untuk bercerita, mendapatkan dukungan, dan menjaga kesehatan mentalnya,” tutur Mukhtarudin.
Layanan telekonseling tersebut menyediakan akses konsultasi melalui hotline 08118080141 bagi Pekerja Migran yang membutuhkan dukungan kesehatan mental.
Melalui layanan ini, pekerja migran diharapkan dapat memperoleh bantuan tanpa terkendala jarak geografis dan keberadaan mereka di negara penempatan.
Menteri Mukhtarudin menegaskan, kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas hidup manusia yang perlu mendapatkan perhatian setara dengan kesehatan fisik.
Karena itu, penguatan pelindungan Pekerja Migran tidak boleh hanya berorientasi pada keberhasilan penempatan dan pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan, kesejahteraan, serta kondisi psikologis pekerja selama menjalankan pekerjaan di luar negeri.
“Bekerja jauh dari tanah air menghadirkan berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental Pekerja Migran. Tantangan itu antara lain adaptasi terhadap budaya dan bahasa yang berbeda, tekanan pekerjaan, kerinduan terhadap keluarga, hingga berbagai persoalan pribadi maupun lingkungan kerja,” imbuh Menteri.


