Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan (Athof), menyatakan kekecewaannya atas tindakan represif dan blokade yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, mahasiswa sudah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi di Bundaran HI, namun polisi memaksa mereka berdemo di lokasi lain.
Aksi pengadangan bahkan sudah terjadi sejak siang hari sebelum massa mencapai Semanggi, tepatnya di kawasan Dukuh Atas saat mahasiswa hendak menunaikan ibadah sholat Jumat.
“Kami, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut, ingin melakukan press release terkait penahanan dan blokade serta represivitas yang dilakukan oleh polisi kepada kami. Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” ujar Athof di kawadan Bundaran HI, Jumat (12/6).
“Kami, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut, ingin melakukan press release terkait penahanan dan blokade serta represivitas yang dilakukan oleh polisi kepada kami. Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” ujar Athof di kawadan Bundaran HI, Jumat (12/6). (jpc)
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan (Athof), menyatakan kekecewaannya atas tindakan represif dan blokade yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, mahasiswa sudah melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk menggelar aksi di Bundaran HI, namun polisi memaksa mereka berdemo di lokasi lain.
Aksi pengadangan bahkan sudah terjadi sejak siang hari sebelum massa mencapai Semanggi, tepatnya di kawasan Dukuh Atas saat mahasiswa hendak menunaikan ibadah sholat Jumat.
“Kami, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut, ingin melakukan press release terkait penahanan dan blokade serta represivitas yang dilakukan oleh polisi kepada kami. Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” ujar Athof di kawadan Bundaran HI, Jumat (12/6).
“Kami, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut, ingin melakukan press release terkait penahanan dan blokade serta represivitas yang dilakukan oleh polisi kepada kami. Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan, dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI,” ujar Athof di kawadan Bundaran HI, Jumat (12/6). (jpc)