Remitansi Pekerja Migran Capai Rp280 Triliun
Dalam paparannya, Wamen P2MI juga menyoroti besarnya kontribusi Pekerja Migran Indonesia terhadap perekonomian nasional. Selain devisa, pekerja migran memberikan kontribusi melalui remitansi yang dikirimkan kepada keluarga di daerah asal.
Remitansi Pekerja Migran Indonesia disebut mencapai sekitar Rp280 triliun dan turut menggerakkan perekonomian masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Pekerja migran bukan hanya memberikan kontribusi dalam bentuk devisa, tetapi juga melalui remitansi yang langsung diterima keluarga di daerah asal,” jelasnya.
Sejumlah negara menjadi tujuan yang diminati pekerja migran Indonesia, di antaranya Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar kerja internasional yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia sepanjang dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan kesiapan yang memadai.
Pendidikan Jadi Fondasi SDM Berdaya Saing
Wamen P2MI menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu bersaing di tingkat global. Penguasaan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa asing, perlu dipersiapkan sejak dini agar calon pekerja memiliki kesiapan memasuki pasar kerja internasional.
Menurutnya, setiap negara tujuan memiliki kebutuhan kompetensi dan bahasa yang berbeda. Karena itu, persiapan calon pekerja migran tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses pendidikan dan pelatihan yang terencana.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kualitas SDM, termasuk melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.


