Selain itu, soft skill dan attitude juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Kepintaran dan kemampuan teknis, lanjut Menteri Mukhtarudin, tidak akan cukup apabila tidak diiringi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berkoordinasi, serta menghargai orang lain.
“Orang boleh pintar, orang boleh punya kemampuan secara teknis, tetapi kalau soft skill-nya jelek, sombong, angkuh, susah berkomunikasi, egois, tidak bisa bekerja sama, tentu akan sulit berkembang,” kata Menteri.
Mukhtarudin pun mengingatkan para siswa agar mulai membangun jejaring melalui pertemanan yang sehat dan produktif.
“Jadi tiga itu harus dimiliki anak-anak: ilmu, keterampilan, dan mental yang kuat, kemudian attitude-nya harus sangat baik. Setelah itu bangun jejaring melalui pertemanan,” kata Mukhtarudin.
Adapun prestasi SMAN 1 Pangkalan Bun pada LKBB-PB MPR RI 2026 menjadi capaian membanggakan bagi Kalteng.
Sekolah tersebut berhasil membawa nama daerah dalam kompetisi tingkat nasional melalui kemampuan baris-berbaris dan pengibaran bendera.
Menteri Mukhtarudin berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya di Kalteng untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menteri P2MI juga mendorong para siswa untuk tidak cepat puas atas pencapaian yang telah diraih, melainkan menjadikan prestasi tersebut sebagai pijakan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Sementara itu, pendamping SMAN 1 Pangkalan Bun, Nuning Meidiningrum mengapresiasi perhatian dan dukungan Menteri P2MI Mukhtarudin terhadap para siswa yang telah berjuang membawa nama Kalteng di tingkat nasional.


