26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Harga BBM Bersubsidi Dipastikan Tak Naik Meski Konflik Timur Tengah Memanas

PROKALTENG.CO – Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak akan naik meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah yang dipicu perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menjamin stok BBM nasional tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan pemerintah sudah mengantisipasi situasi global tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan energi, terutama menjelang Idulfitri, dipastikan tersedia.

“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idulfitri,” ujar Anggia saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Anggia juga menyampaikan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan hal serupa. Ia memastikan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, tetap stabil meskipun harga minyak dunia sedang bergejolak.

Baca Juga :  Di Palangka Raya Diberlakukan Pembatasan Pengisian BBM Subsidi

Lonjakan harga minyak dunia terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Minyak jenis Brent tercatat naik 4,93 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen menjadi 81,01 dolar AS per barel.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak Januari 2026, di mana Brent (ICE) berada di 64 dolar AS per barel, sedangkan US WTI di angka 57,87 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat tidak terpancing isu kelangkaan BBM.

Electronic money exchangers listing

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan tidak melakukan penimbunan yang justru bisa menyebabkan kelangkaan,” kata Anggia.

Baca Juga :  Viral Foto Mesra Kades dan Sekdes Lamongan, Pamit Istri Dinas ke Malang Ternyata Begini

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus mengawal kelancaran distribusi BBM ke berbagai daerah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) juga meminta masyarakat di Aceh tidak panik. Perusahaan memastikan persediaan BBM dan LPG mencukupi hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan. Di antaranya penambahan stok (build up stock), penguatan sarana distribusi, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Pertamina juga meningkatkan kesiapan fasilitas distribusi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi menjelang hari besar keagamaan.

“Langkah ini kami lakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat tetap lancar, aman, dan terukur,” ujar Fahrougi. (antara)

PROKALTENG.CO – Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak akan naik meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik Timur Tengah yang dipicu perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menjamin stok BBM nasional tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan pemerintah sudah mengantisipasi situasi global tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan energi, terutama menjelang Idulfitri, dipastikan tersedia.

“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idulfitri,” ujar Anggia saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Electronic money exchangers listing

Anggia juga menyampaikan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan hal serupa. Ia memastikan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, tetap stabil meskipun harga minyak dunia sedang bergejolak.

Baca Juga :  Di Palangka Raya Diberlakukan Pembatasan Pengisian BBM Subsidi

Lonjakan harga minyak dunia terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Minyak jenis Brent tercatat naik 4,93 persen menjadi 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen menjadi 81,01 dolar AS per barel.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak Januari 2026, di mana Brent (ICE) berada di 64 dolar AS per barel, sedangkan US WTI di angka 57,87 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat tidak terpancing isu kelangkaan BBM.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan tidak melakukan penimbunan yang justru bisa menyebabkan kelangkaan,” kata Anggia.

Baca Juga :  Viral Foto Mesra Kades dan Sekdes Lamongan, Pamit Istri Dinas ke Malang Ternyata Begini

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus mengawal kelancaran distribusi BBM ke berbagai daerah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) juga meminta masyarakat di Aceh tidak panik. Perusahaan memastikan persediaan BBM dan LPG mencukupi hingga Idulfitri.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan. Di antaranya penambahan stok (build up stock), penguatan sarana distribusi, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Pertamina juga meningkatkan kesiapan fasilitas distribusi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi menjelang hari besar keagamaan.

“Langkah ini kami lakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat tetap lancar, aman, dan terukur,” ujar Fahrougi. (antara)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/