SKY tersebut juga meminta PLN menyampaikan data secara transparan, mulai dari besaran daya yang hilang akibat gangguan, cadangan operasi yang tersedia, hingga kondisi pasokan batu bara sesuai spesifikasi.
Ia mengungkapkan, beredar isu di kalangan pengusaha batu bara bahwa berkurangnya produksi membuat sebagian pemasok tidak lagi menyuplai kebutuhan pembangkit PLN.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di masyarakat.
Selain itu, SKY mempertanyakan target waktu normalisasi sistem kelistrikan secara nasional.
Ia berharap perhatian PLN tidak hanya terfokus pada Pulau Jawa dan Sumatra, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat di Kalimantan yang hingga kini masih mengalami pemadaman secara bergantian.
“Di Kalimantan sampai detik ini pun masih. Jadi yang terjadi itu menyala bergilir, bukan pemadaman bergilir,” pungkasnya.(hfz)
SKY tersebut juga meminta PLN menyampaikan data secara transparan, mulai dari besaran daya yang hilang akibat gangguan, cadangan operasi yang tersedia, hingga kondisi pasokan batu bara sesuai spesifikasi.
Ia mengungkapkan, beredar isu di kalangan pengusaha batu bara bahwa berkurangnya produksi membuat sebagian pemasok tidak lagi menyuplai kebutuhan pembangkit PLN.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di masyarakat.
Selain itu, SKY mempertanyakan target waktu normalisasi sistem kelistrikan secara nasional.
Ia berharap perhatian PLN tidak hanya terfokus pada Pulau Jawa dan Sumatra, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat di Kalimantan yang hingga kini masih mengalami pemadaman secara bergantian.
“Di Kalimantan sampai detik ini pun masih. Jadi yang terjadi itu menyala bergilir, bukan pemadaman bergilir,” pungkasnya.(hfz)