PROKALTENG.CO-Pergantian bulan menjadi pengingat bagi umat Muslim bahwa datangnya bulan suci Ramadan 1448 Hijriah kini semakin dekat. Karena menggunakan acuan penanggalan Hijriah, siklus awal puasa mengalami pergeseran lebih maju sekitar 11 hari setiap tahunnya. Jika dihitung dari September 2026, bulan Ramadan diperkirakan bakal menyapa umat Islam dalam kurun lima bulan mendatang.
​Perkiraan Jadwal Penting Ramadan 1448 H
​Mengacu pada Kalender Islam Hijriah Tahun 2027 M berdasarkan perkiraan rukyatul hilal global terbitan Alhabib, 1 Ramadan 1448 H diproyeksikan jatuh pada awal Februari 2027. Berikut adalah estimasi jadwal penting kegiatan ibadah Ramadan 1448 H:
- ​Salat Tarawih Pertama:Minggu malam, 7 Februari 2027
- ​Puasa Pertama (1 Ramadan 1448 H):Senin, 8 Februari 2027
- ​Malam Nuzulul Qur’an:Rabu, 24 Februari 2027
- ​Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1448 H (Versi Alhabib):Rabu, 10 Maret 2027
- ​Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1448 H (Versi Muhammadiyah):Selasa, 9 Maret 2027 (Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal)
​Pentingnya Sidang Isbat Kementerian Agama
​Meskipun hitungan matematis-astronomis (hisab) telah merilis tanggal perkiraan, penetapan resmi awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tetap menunggu hasil Keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI.
​Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa perbedaan metode fikih di Indonesia merupakan hal lumrah. Namun, ketetapan resmi dari pemerintah sangat dibutuhkan sebagai pengikat dan rujukan publik secara nasional.
​Langkah pemerintah ini mengacu pada kaidah fikih hukmul hakim yarfa’ul khilaf, yang bermakna keputusan pemerintah bertindak untuk meniadakan perbedaan demi menjaga kemaslahatan bersama.
​Dalam praktiknya, Kemenag memadukan dua pendekatan utama: metode hisab (perhitungan astronomis) yang kemudian diverifikasi langsung secara faktual melalui metode rukyat (pengamatan hilal). Proses penentuan penanggalan Hijriah ini disusun secara terbuka dengan mengikutsertakan ormas Islam, pakar falak, akademisi perguruan tinggi, serta instansi terkait agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syariat.(jpg)
PROKALTENG.CO-Pergantian bulan menjadi pengingat bagi umat Muslim bahwa datangnya bulan suci Ramadan 1448 Hijriah kini semakin dekat. Karena menggunakan acuan penanggalan Hijriah, siklus awal puasa mengalami pergeseran lebih maju sekitar 11 hari setiap tahunnya. Jika dihitung dari September 2026, bulan Ramadan diperkirakan bakal menyapa umat Islam dalam kurun lima bulan mendatang.
​Perkiraan Jadwal Penting Ramadan 1448 H
​Mengacu pada Kalender Islam Hijriah Tahun 2027 M berdasarkan perkiraan rukyatul hilal global terbitan Alhabib, 1 Ramadan 1448 H diproyeksikan jatuh pada awal Februari 2027. Berikut adalah estimasi jadwal penting kegiatan ibadah Ramadan 1448 H:
- ​Salat Tarawih Pertama:Minggu malam, 7 Februari 2027
- ​Puasa Pertama (1 Ramadan 1448 H):Senin, 8 Februari 2027
- ​Malam Nuzulul Qur’an:Rabu, 24 Februari 2027
- ​Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1448 H (Versi Alhabib):Rabu, 10 Maret 2027
- ​Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1448 H (Versi Muhammadiyah):Selasa, 9 Maret 2027 (Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal)
​Pentingnya Sidang Isbat Kementerian Agama
​Meskipun hitungan matematis-astronomis (hisab) telah merilis tanggal perkiraan, penetapan resmi awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tetap menunggu hasil Keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI.
​Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa perbedaan metode fikih di Indonesia merupakan hal lumrah. Namun, ketetapan resmi dari pemerintah sangat dibutuhkan sebagai pengikat dan rujukan publik secara nasional.
​Langkah pemerintah ini mengacu pada kaidah fikih hukmul hakim yarfa’ul khilaf, yang bermakna keputusan pemerintah bertindak untuk meniadakan perbedaan demi menjaga kemaslahatan bersama.
​Dalam praktiknya, Kemenag memadukan dua pendekatan utama: metode hisab (perhitungan astronomis) yang kemudian diverifikasi langsung secara faktual melalui metode rukyat (pengamatan hilal). Proses penentuan penanggalan Hijriah ini disusun secara terbuka dengan mengikutsertakan ormas Islam, pakar falak, akademisi perguruan tinggi, serta instansi terkait agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syariat.(jpg)