31.3 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Perkuat Ketahanan Ekonomi, Mukhtarudin Dorong Peningkatan Wirausaha Muda

JAKARTA – Komisi VII DPR RI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar seminar menjadi wirausaha industri sukses di Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (26/5).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan IKM dan masyarakat. Seminar Wirausaha Industri ini sebelumnya telah digelar di Kota Palangka Raya dan Katingan.

“Di Pangkalan Lada ini merupakan yang ke-3. Nanti bulan juni pekan depan, seminar Wirausaha ini akan dilanjutkan di Kapuas dan Pulang Pisau,” tutur Mukhtarudin, Jumat (26/5).

Seminar ini juga dihadiri Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita dan stakeholder lainnya di wilayah tersebut.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengatakan saat ini jumlah wirausaha di Indonesia terbilang masih rendah, sehingga ada tantangan besar untuk mendorong kenaikan rasio kewirausahaan di tanah air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih sebesar 3,47 persen atau hanya sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk. Kendati naik dari 2016 yakni 3,1 persen, tetapi jumlah wirausaha masih kalah banyak dari negara tetangga seperti singapura.

Baca Juga :  Hadapi Paruh Kedua 2023, Ini Saran Anggota Banggar DPR RI

Maka dari itu, Mukhtarudin mengatakan Indonesia akan menjadi negara maju, tentu pemerintah terus memacu pertumbuhan wirausaha termasuk industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saingnya di era digital.

“Meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2 persen, Indonesa perlu menggenjot lagi untuk mengejar capaian negara tetangga,” ujar Mukhtarudin.

Misalnya, Singapura saat ini sudah mencapai angka 7 persen, sedangkan Malaysia berada di level 5 persen. Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 273,52 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional baru mencapai 9 juta jiwa.

“Indonesia rasio kewirausahaan masih 3,4 persen. Berarti kurang lebih 9 juta dari 273,52 Juta orang saja yang bergerak di bidang wirausaha,” beber Mukhtarudin.

Padahal, lanjut Mukhtarudin, berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi generasi muda dalam mendorong perekonomian bangsa.

“Rasio pengusaha di Indonesia saat ini masih kalah dari negara-negara tetangga seperti Thailand , Malaysia dan Singapura yang rasionya di atas 5 persen,” imbuh Mukhtarudin.

Baca Juga :  Banggar DPR RI: Pembangunan IKN Bantu Pertumbuhan Ekonomi Bergeser ke "Tengah"

Untuk itu, Mukhtarudin mengatakan pemerintah dan seluruh stakeholder agar terus mendorong terbentuknya Wirausaha baru dan mandiri agar dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“Negara akan lambat maju kalau pengusahanya  masih rendah,” tandas Mukhtarudin.

Adapun tujuan seminar yang digelar di enam Kabupaten di Kalimantan Tengah ini dalam rangka membuka mindset dan memberikan motivasi serta pengetahuan tentang kewirausahaan.

Anggota Banggar DPR RI ini pun berharap seminar Wirausaha Industri sukses ini akan tumbuhkan penguatan sektor industri yang berdaya saing, sehingga bisa membuka lapangan kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Mukhtarudin memandang penting seminar wirausaha industri ini agar diikuti dengan baik oleh para peserta, dan berharap setelah seminar ini terbuka semangat dan keinginan untuk menjadi pengusaha, Pasalnya sektor Industri termasuk IKM masih menjadi penopang terbesar perekonomian nasional.

“Oleh karena itu kita berupaya semaksimal mungkin menumbuhkan kembangkan penciptaan wirausaha yang mandiri dan tangguh dan mampu bersaing secara global,” pungkas Mukhtarudin. (*)

JAKARTA – Komisi VII DPR RI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar seminar menjadi wirausaha industri sukses di Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (26/5).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan IKM dan masyarakat. Seminar Wirausaha Industri ini sebelumnya telah digelar di Kota Palangka Raya dan Katingan.

“Di Pangkalan Lada ini merupakan yang ke-3. Nanti bulan juni pekan depan, seminar Wirausaha ini akan dilanjutkan di Kapuas dan Pulang Pisau,” tutur Mukhtarudin, Jumat (26/5).

Seminar ini juga dihadiri Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita dan stakeholder lainnya di wilayah tersebut.

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini mengatakan saat ini jumlah wirausaha di Indonesia terbilang masih rendah, sehingga ada tantangan besar untuk mendorong kenaikan rasio kewirausahaan di tanah air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih sebesar 3,47 persen atau hanya sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk. Kendati naik dari 2016 yakni 3,1 persen, tetapi jumlah wirausaha masih kalah banyak dari negara tetangga seperti singapura.

Baca Juga :  Hadapi Paruh Kedua 2023, Ini Saran Anggota Banggar DPR RI

Maka dari itu, Mukhtarudin mengatakan Indonesia akan menjadi negara maju, tentu pemerintah terus memacu pertumbuhan wirausaha termasuk industri kecil dan menengah (IKM), sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saingnya di era digital.

“Meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2 persen, Indonesa perlu menggenjot lagi untuk mengejar capaian negara tetangga,” ujar Mukhtarudin.

Misalnya, Singapura saat ini sudah mencapai angka 7 persen, sedangkan Malaysia berada di level 5 persen. Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 273,52 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional baru mencapai 9 juta jiwa.

“Indonesia rasio kewirausahaan masih 3,4 persen. Berarti kurang lebih 9 juta dari 273,52 Juta orang saja yang bergerak di bidang wirausaha,” beber Mukhtarudin.

Padahal, lanjut Mukhtarudin, berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi generasi muda dalam mendorong perekonomian bangsa.

“Rasio pengusaha di Indonesia saat ini masih kalah dari negara-negara tetangga seperti Thailand , Malaysia dan Singapura yang rasionya di atas 5 persen,” imbuh Mukhtarudin.

Baca Juga :  Banggar DPR RI: Pembangunan IKN Bantu Pertumbuhan Ekonomi Bergeser ke "Tengah"

Untuk itu, Mukhtarudin mengatakan pemerintah dan seluruh stakeholder agar terus mendorong terbentuknya Wirausaha baru dan mandiri agar dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“Negara akan lambat maju kalau pengusahanya  masih rendah,” tandas Mukhtarudin.

Adapun tujuan seminar yang digelar di enam Kabupaten di Kalimantan Tengah ini dalam rangka membuka mindset dan memberikan motivasi serta pengetahuan tentang kewirausahaan.

Anggota Banggar DPR RI ini pun berharap seminar Wirausaha Industri sukses ini akan tumbuhkan penguatan sektor industri yang berdaya saing, sehingga bisa membuka lapangan kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Mukhtarudin memandang penting seminar wirausaha industri ini agar diikuti dengan baik oleh para peserta, dan berharap setelah seminar ini terbuka semangat dan keinginan untuk menjadi pengusaha, Pasalnya sektor Industri termasuk IKM masih menjadi penopang terbesar perekonomian nasional.

“Oleh karena itu kita berupaya semaksimal mungkin menumbuhkan kembangkan penciptaan wirausaha yang mandiri dan tangguh dan mampu bersaing secara global,” pungkas Mukhtarudin. (*)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru