PROKALTENG.CO-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar terhadap Iran. Kumat lagi, Donald Trump dilaporkan membuka kembali opsi serangan udara militer setelah upaya diplomasi menemui jalan buntu.
Situasi ini berkembang tak lama setelah Trump menyelesaikan pertemuan penting dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing Kamis lalu. Laporan The New York Times menyebut para pejabat tinggi Gedung Putih dan Pentagon kini mulai menyiapkan berbagai skenario jika Trump memutuskan menggunakan kekuatan militer untuk menekan Teheran.
Di saat bersamaan, negara-negara lain masih berupaya mencari kompromi agar Selat Hormuz kembali dibuka dan konflik tidak semakin meluas.
Trump sendiri menunjukkan sikap keras terhadap proposal perdamaian terbaru dari Iran. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Air Force One usai meninggalkan Beijing, ia mengaku langsung menolak isi awal proposal tersebut.
“Saya melihatnya, dan jika saya tidak suka kalimat pertama, saya membuangnya begitu saja,” kata Trump.
Sementara itu, di balik layar, Pentagon dilaporkan telah menyiapkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer yang sebelumnya dikenal sebagai Operation Epic Fury. Operasi tersebut sempat dihentikan setelah tercapainya gencatan senjata bulan lalu.
Menurut laporan intelijen kawasan yang dikutip The New York Times, Amerika Serikat dan Israel kini melakukan persiapan militer gabungan terbesar sejak gencatan senjata berlaku. Dua pejabat Timur Tengah yang berbicara secara anonim menyebut serangan baru bahkan berpotensi dimulai secepatnya pekan depan.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Washington mulai menggeser pendekatan dari diplomasi menuju tekanan militer yang lebih agresif terhadap Iran.
Adapun salah satu isu utama dalam ketegangan terbaru ini adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
Tiongkok memiliki kepentingan besar di kawasan tersebut karena sebagian besar pasokan energinya melewati jalur itu.
Trump mengatakan dirinya dan Xi Jinping sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan Selat Hormuz harus kembali dibuka.
“Iran tidak bisa memiliki senjata nuklir,” ujar Trump mengutip pembicaraannya dengan Xi Jinping.
Trump juga mengeklaim Iran mengalami kerugian ekonomi besar akibat terganggunya aktivitas perdagangan di Selat Hormuz.
Meski membahas Iran secara intensif dengan Xi, Trump menegaskan dirinya tidak meminta Tiongkok untuk menekan Teheran secara langsung.(jpg)


