Konflik Makin Memanas, Iran Lepas Rudal Sejjil untuk Pertama Kali ke Israel

PROKALTENG.CO-Konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) kembali memasuki babak baru yang lebih berbahaya.

Untuk pertama kalinya sejak perang pecah pada akhir Februari, Teheran dilaporkan meluncurkan rudal balistik paling mematikan miliknya, Sejjil, dalam serangan terbaru ke wilayah Israel dan aset Amerika di kawasan Timur Tengah.

Televisi pemerintah Iran menayangkan langsung peluncuran gelombang ke-54 dari operasi militer yang mereka sebut ‘Operation True Promise’, sebuah rangkaian serangan balasan terhadap target yang disebut sebagai fasilitas militer Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa dalam gelombang serangan terbaru tersebut mereka menggunakan rudal balistik Sejjil untuk pertama kalinya sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Namun laporan media internasional seperti Al Jazeera menyebut rudal jenis ini sebelumnya pernah digunakan Iran dalam konflik singkat selama 12 hari dengan Israel pada Juni tahun lalu.

Baca Juga :  Israel Serang Palestina Lagi, Pemukim Serbu Masjid Al Aqsa

Rudal Sejjil, Senjata Strategis Iran

Rudal Sejjil merupakan salah satu pencapaian penting dalam program pengembangan misil Iran.

Electronic money exchangers listing

Senjata ini termasuk rudal balistik jarak menengah (medium-range ballistic missile) yang menggunakan dua tahap pendorong berbahan bakar padat.

Teknologi bahan bakar padat menjadi keunggulan utama rudal ini. Berbeda dengan rudal generasi lama yang memakai bahan bakar cair dan membutuhkan waktu persiapan lama sebelum diluncurkan, Sejjil dapat disiapkan dan ditembakkan jauh lebih cepat.

Selain itu, rudal ini juga dirancang untuk diluncurkan dari peluncur bergerak (mobile transporter), membuatnya lebih sulit dideteksi dan dihancurkan sebelum peluncuran.

Jangkauan Hingga 2.500 Kilometer

Sejjil diperkirakan memiliki jangkauan antara 2.000 hingga 2.500 kilometer dengan kemampuan membawa hulu ledak hingga 1.000 kilogram.

Dengan jarak tersebut, rudal ini mampu menjangkau berbagai target strategis di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Israel.

Baca Juga :  142 Negara Dukung Palestina Merdeka, Israel Masih Terus Menyerang Gaza

Militer Iran juga mengklaim rudal ini memiliki tingkat akurasi yang relatif tinggi untuk kelas rudal balistik jarak menengah.

Target Israel dan Fasilitas AS

Pejabat di Teheran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangkaian serangan yang sebelumnya menghantam wilayah Iran serta infrastruktur sipil mereka.

Sejumlah laporan menyebut beberapa target dalam gelombang serangan ini mencakup lokasi komando militer Israel serta fasilitas Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru bahwa konflik Iran–Israel berpotensi meluas menjadi konfrontasi regional yang lebih besar, terutama jika serangan terhadap aset Amerika Serikat terus berlanjut.

Dengan penggunaan rudal Sejjil, yang dikenal sebagai salah satu senjata strategis paling canggih milik Iran, eskalasi militer di Timur Tengah kini memasuki fase yang dinilai jauh lebih berisiko dibanding sebelumnya. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) kembali memasuki babak baru yang lebih berbahaya.

Untuk pertama kalinya sejak perang pecah pada akhir Februari, Teheran dilaporkan meluncurkan rudal balistik paling mematikan miliknya, Sejjil, dalam serangan terbaru ke wilayah Israel dan aset Amerika di kawasan Timur Tengah.

Televisi pemerintah Iran menayangkan langsung peluncuran gelombang ke-54 dari operasi militer yang mereka sebut ‘Operation True Promise’, sebuah rangkaian serangan balasan terhadap target yang disebut sebagai fasilitas militer Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan.

Electronic money exchangers listing

Pemerintah Iran menyatakan bahwa dalam gelombang serangan terbaru tersebut mereka menggunakan rudal balistik Sejjil untuk pertama kalinya sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Namun laporan media internasional seperti Al Jazeera menyebut rudal jenis ini sebelumnya pernah digunakan Iran dalam konflik singkat selama 12 hari dengan Israel pada Juni tahun lalu.

Baca Juga :  Israel Serang Palestina Lagi, Pemukim Serbu Masjid Al Aqsa

Rudal Sejjil, Senjata Strategis Iran

Rudal Sejjil merupakan salah satu pencapaian penting dalam program pengembangan misil Iran.

Senjata ini termasuk rudal balistik jarak menengah (medium-range ballistic missile) yang menggunakan dua tahap pendorong berbahan bakar padat.

Teknologi bahan bakar padat menjadi keunggulan utama rudal ini. Berbeda dengan rudal generasi lama yang memakai bahan bakar cair dan membutuhkan waktu persiapan lama sebelum diluncurkan, Sejjil dapat disiapkan dan ditembakkan jauh lebih cepat.

Selain itu, rudal ini juga dirancang untuk diluncurkan dari peluncur bergerak (mobile transporter), membuatnya lebih sulit dideteksi dan dihancurkan sebelum peluncuran.

Jangkauan Hingga 2.500 Kilometer

Sejjil diperkirakan memiliki jangkauan antara 2.000 hingga 2.500 kilometer dengan kemampuan membawa hulu ledak hingga 1.000 kilogram.

Dengan jarak tersebut, rudal ini mampu menjangkau berbagai target strategis di seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Israel.

Baca Juga :  142 Negara Dukung Palestina Merdeka, Israel Masih Terus Menyerang Gaza

Militer Iran juga mengklaim rudal ini memiliki tingkat akurasi yang relatif tinggi untuk kelas rudal balistik jarak menengah.

Target Israel dan Fasilitas AS

Pejabat di Teheran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangkaian serangan yang sebelumnya menghantam wilayah Iran serta infrastruktur sipil mereka.

Sejumlah laporan menyebut beberapa target dalam gelombang serangan ini mencakup lokasi komando militer Israel serta fasilitas Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru bahwa konflik Iran–Israel berpotensi meluas menjadi konfrontasi regional yang lebih besar, terutama jika serangan terhadap aset Amerika Serikat terus berlanjut.

Dengan penggunaan rudal Sejjil, yang dikenal sebagai salah satu senjata strategis paling canggih milik Iran, eskalasi militer di Timur Tengah kini memasuki fase yang dinilai jauh lebih berisiko dibanding sebelumnya. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru