Kekhawatiran Konflik Meluas
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Serangan yang dilakukan AS pada Rabu disebut mengakhiri periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang sempat disepakati pada awal April lalu. Situasi tersebut membuat pasar global mulai mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan energi dunia dalam jangka pendek maupun menengah.
Ketidakpastian geopolitik selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak karena berkaitan langsung dengan distribusi dan produksi energi global.
Cadangan Minyak AS Terus Menurun
Di tengah meningkatnya ketegangan, cadangan minyak mentah Amerika Serikat juga dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sejak konflik berlangsung pada akhir Februari, stok minyak mentah AS disebut telah berkurang sekitar 79 juta barel.
Penurunan tersebut terjadi karena Amerika Serikat berupaya menjaga ketersediaan pasokan di tengah gangguan distribusi energi yang muncul akibat situasi geopolitik.
Kekhawatiran Konflik Meluas
Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Serangan yang dilakukan AS pada Rabu disebut mengakhiri periode relatif tenang setelah gencatan senjata yang sempat disepakati pada awal April lalu. Situasi tersebut membuat pasar global mulai mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan energi dunia dalam jangka pendek maupun menengah.
Ketidakpastian geopolitik selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak karena berkaitan langsung dengan distribusi dan produksi energi global.
Cadangan Minyak AS Terus Menurun
Di tengah meningkatnya ketegangan, cadangan minyak mentah Amerika Serikat juga dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sejak konflik berlangsung pada akhir Februari, stok minyak mentah AS disebut telah berkurang sekitar 79 juta barel.
Penurunan tersebut terjadi karena Amerika Serikat berupaya menjaga ketersediaan pasokan di tengah gangguan distribusi energi yang muncul akibat situasi geopolitik.