29.8 C
Jakarta
Tuesday, February 27, 2024

Ruang Digital Jaga Pemilu Damai dengan Hargai Perbedaan Pilihan

PROKALTENG.CO – Peran ruang digital dalam menjaga pemilu damai dengan hargai perbedaan pilihan di dalam ruang media sosial. Demikian terungkap saat webinar Kominfo dan DPR RI yang diikuti ratusan peserta dengan tema Peran Ruang Digital dalam Menjaga Pemilu Damai.

Hadir sebagai narasumber seminar Anggota Komisi 1 DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono, Praktisi Literasi Digital Abi Rekso Panggalih, dan Akademisi Prof Achmad Faqih.

Dave Laksono mengatakan, peran ruang digital dalam menjaga pemilu yang damai harus terus diingatkan kepada semua masyarakat. Hal itu untuk memastikan jangan sampai pemilu menjadi ajang saling menyerang dan menjelekkan sesama.

”Pemilu ini justru harus jadi ajang pemersatu,” kata Dave Laksono.

Menurut dia, masyarakat sebagai pemilih pada Pilpres dan Pileg 2024 harus pintar saring berita di ruang digital. Sehingga diharapkan akan tercipta pemilu damai.

”Di ruang digital kita pastikan untuk menyampaikan ide visi dan misi dan menjaga ruang digital kita bebas dari perpecahan,” ujar Dave.

Baca Juga :  Bupati : Pergunakan Medsos dengan Bijak

Lebih lanjut, Dave mengatakan, saat ini warga Indonesia dalam proses untuk menentukan masa depan dengan memilih pemimpin baru baik di parlemen dan presiden.

”Saya pribadi untuk presiden sudah punya pilihan dan sebagai anggota DPR RI sedang berjuang untuk maju kembali lewat Cirebon dan Indramayu,” kata Dave politikus Golkar.

Dave menyerukan kepada masing-masing pendukung paslon untuk tetap menghargai perbedaan pilihan. Perbedaan tidak menjadikan perpecahan, justru menjadi persatuan.

”Jangan sampai momen penting bersejarah di dalam siklus 5 tahunan ini justru menjadi ajang untuk saling menyerang dan menghina tetapi harus menjadi wadah untuk mengomunikasikan ide dan pikiran kita,” tutur Dave.

Sementara itu, Praktisi Literasi Digital Abi Rekso Panggalih menyatakan, masyarakat memerlukan kesadaran bermedia sosial salah satunya dengan cara mengenali motif dari masing-masing orang atau institusi.

”Artinya hal ini menjadi sangat sensitif karena semua orang memiliki atensi informasi dari media sosial,” ujar Abi Rekso Panggalih.

Baca Juga :  Soal Visi Misi Capres, Anies-Cak Imin Dinilai Paling Siap di Pilpres 2024

Dia mengatakan, jika di media sosial tidak memungkinkan ruang yang sifatnya partisipatoris, apa yang diharapkan tentang praktik kesadaran literasi digital yang tidak mudah.

”Maka bagaimana membangun kondisi agar lingkungan sosial media ini atau digital menjadi sangat nyaman dan memungkinkan untuk tumbuhnya pikiran-pikiran dan gagasan yang progresif untuk proses bernegara dan berbangsa,” ucap Abi Rekso Panggalih.

Pada kesempatan yang sama, Akademisi Prof. Achmad Faqih mengingatkan masyarakat untuk pandai menyeleksi informasi atau menyampaikan informasi. Jangan sampai terkena fitnah sehingga ruang digital bermanfaat secara maksimal.

”Informasi di medsos akan berpengaruh pada substansi. Jadi, saat menyampaikan medsos harus data valid, dipercaya, berita baik, membangun kedamaian dan kebersamaan demi bangsa,” papar Achmad Faqih.

Dia mengingatkan, pengguna digital jangan mudah terima hoaks yang berujung perpecahan. ”Perbedaan pilihan dalam konteks pemilu, jangan jadi perpecahan, habis pemilu harus kembali,” ujar Achmad Faqih. (pri/jawapos.com)

PROKALTENG.CO – Peran ruang digital dalam menjaga pemilu damai dengan hargai perbedaan pilihan di dalam ruang media sosial. Demikian terungkap saat webinar Kominfo dan DPR RI yang diikuti ratusan peserta dengan tema Peran Ruang Digital dalam Menjaga Pemilu Damai.

Hadir sebagai narasumber seminar Anggota Komisi 1 DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono, Praktisi Literasi Digital Abi Rekso Panggalih, dan Akademisi Prof Achmad Faqih.

Dave Laksono mengatakan, peran ruang digital dalam menjaga pemilu yang damai harus terus diingatkan kepada semua masyarakat. Hal itu untuk memastikan jangan sampai pemilu menjadi ajang saling menyerang dan menjelekkan sesama.

”Pemilu ini justru harus jadi ajang pemersatu,” kata Dave Laksono.

Menurut dia, masyarakat sebagai pemilih pada Pilpres dan Pileg 2024 harus pintar saring berita di ruang digital. Sehingga diharapkan akan tercipta pemilu damai.

”Di ruang digital kita pastikan untuk menyampaikan ide visi dan misi dan menjaga ruang digital kita bebas dari perpecahan,” ujar Dave.

Baca Juga :  Bupati : Pergunakan Medsos dengan Bijak

Lebih lanjut, Dave mengatakan, saat ini warga Indonesia dalam proses untuk menentukan masa depan dengan memilih pemimpin baru baik di parlemen dan presiden.

”Saya pribadi untuk presiden sudah punya pilihan dan sebagai anggota DPR RI sedang berjuang untuk maju kembali lewat Cirebon dan Indramayu,” kata Dave politikus Golkar.

Dave menyerukan kepada masing-masing pendukung paslon untuk tetap menghargai perbedaan pilihan. Perbedaan tidak menjadikan perpecahan, justru menjadi persatuan.

”Jangan sampai momen penting bersejarah di dalam siklus 5 tahunan ini justru menjadi ajang untuk saling menyerang dan menghina tetapi harus menjadi wadah untuk mengomunikasikan ide dan pikiran kita,” tutur Dave.

Sementara itu, Praktisi Literasi Digital Abi Rekso Panggalih menyatakan, masyarakat memerlukan kesadaran bermedia sosial salah satunya dengan cara mengenali motif dari masing-masing orang atau institusi.

”Artinya hal ini menjadi sangat sensitif karena semua orang memiliki atensi informasi dari media sosial,” ujar Abi Rekso Panggalih.

Baca Juga :  Soal Visi Misi Capres, Anies-Cak Imin Dinilai Paling Siap di Pilpres 2024

Dia mengatakan, jika di media sosial tidak memungkinkan ruang yang sifatnya partisipatoris, apa yang diharapkan tentang praktik kesadaran literasi digital yang tidak mudah.

”Maka bagaimana membangun kondisi agar lingkungan sosial media ini atau digital menjadi sangat nyaman dan memungkinkan untuk tumbuhnya pikiran-pikiran dan gagasan yang progresif untuk proses bernegara dan berbangsa,” ucap Abi Rekso Panggalih.

Pada kesempatan yang sama, Akademisi Prof. Achmad Faqih mengingatkan masyarakat untuk pandai menyeleksi informasi atau menyampaikan informasi. Jangan sampai terkena fitnah sehingga ruang digital bermanfaat secara maksimal.

”Informasi di medsos akan berpengaruh pada substansi. Jadi, saat menyampaikan medsos harus data valid, dipercaya, berita baik, membangun kedamaian dan kebersamaan demi bangsa,” papar Achmad Faqih.

Dia mengingatkan, pengguna digital jangan mudah terima hoaks yang berujung perpecahan. ”Perbedaan pilihan dalam konteks pemilu, jangan jadi perpecahan, habis pemilu harus kembali,” ujar Achmad Faqih. (pri/jawapos.com)

Terpopuler

Artikel Terbaru