alexametrics
24.8 C
Palangkaraya
Thursday, August 18, 2022

Komisi I Bakal Evaluasi PD BTM

PALANGKA RAYA – Komisi I DPRD
Kalteng pastikan akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan perusahaan daerah
(PD) Banama Tingang Makmur (BTM). Sebab, PD BTM merupakan aset daerah yang
masih perlu dipertahankan, sehingga dapat memberi keuntungan sebagai salah satu
sumber pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kalteng.

Pada tahun 2019, Pemprov
Kalteng memberikan pernyertaan modal kepada perusahaan tersebut sebesar Rp 5
Miliar. Ketua Komisi I DPRD Yohannes Freddy Ering mengatakan, semua fraksi
menyikapi soal peraturan daerah (Perda) tentang penyertaan modal ke PD Banama
Tingang Makmur.

“Karena PD BTM merupakan
aset daerah yang potensial, maka sudah sewajarnya kita memberi perhatian. Dan
kami Komisi I juga memberikan perhatian khusus kepada PD BTM dan akan melakukan
evaluasi,” ucap Ferddy.

Baca Juga :  Nurul Jadid

Dia meminta, penyertaan modal
sebesar Rp 5 M di tahun 2019, harus dapat dimanfaatkan untuk berbenah. Sebagai
perusahaan daerah, minimal dapat berkontribusi untuk menambah PAD Provinsi
Kalteng.

“PD Banama Tingang Makmur
ini sebenarnya memiliki potensi. Namun harus dikelola dengan serius dan
sunguh-sungguh. Jajaran direksi didalamnya harus bekerja keras secara
profesional agar aset ini memberikan nilai tambah untuk PAD,” ucapnya.

Menurutnya, tata kelola
administrasi, pekerja dan bisnis juga harus dibenahi. Selain itu, melakukan
maintance aset secara berkala dan jangan dibiarkan terbengkalai. Politisi PDI-P
ini menilai, selama ini program yang dicanangkan direksi disana sudah bagus.

“Namun keseriusan dan
profesionalitas mereka dalam mengelola itu tidak seperti diharapkan.
Perkembangan PD BTM, tidak terlepas dari pemangku kebijakan, yakni Pemerintah
Provinsi  selain itu juga ada planing
Pemprov tidak terealisasi, seperti kerja sama dengan pihak ketiga. Kami
berharap kedepannya Perusda bisa menjadi salah satu penyumbang PAD,”
pungkasnya. (arj)

Baca Juga :  Danrem 102 Pjg Dukung Suskalaknas Menwa

PALANGKA RAYA – Komisi I DPRD
Kalteng pastikan akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan perusahaan daerah
(PD) Banama Tingang Makmur (BTM). Sebab, PD BTM merupakan aset daerah yang
masih perlu dipertahankan, sehingga dapat memberi keuntungan sebagai salah satu
sumber pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kalteng.

Pada tahun 2019, Pemprov
Kalteng memberikan pernyertaan modal kepada perusahaan tersebut sebesar Rp 5
Miliar. Ketua Komisi I DPRD Yohannes Freddy Ering mengatakan, semua fraksi
menyikapi soal peraturan daerah (Perda) tentang penyertaan modal ke PD Banama
Tingang Makmur.

“Karena PD BTM merupakan
aset daerah yang potensial, maka sudah sewajarnya kita memberi perhatian. Dan
kami Komisi I juga memberikan perhatian khusus kepada PD BTM dan akan melakukan
evaluasi,” ucap Ferddy.

Baca Juga :  PAM TMMD Amankan Pemabuk

Dia meminta, penyertaan modal
sebesar Rp 5 M di tahun 2019, harus dapat dimanfaatkan untuk berbenah. Sebagai
perusahaan daerah, minimal dapat berkontribusi untuk menambah PAD Provinsi
Kalteng.

“PD Banama Tingang Makmur
ini sebenarnya memiliki potensi. Namun harus dikelola dengan serius dan
sunguh-sungguh. Jajaran direksi didalamnya harus bekerja keras secara
profesional agar aset ini memberikan nilai tambah untuk PAD,” ucapnya.

Menurutnya, tata kelola
administrasi, pekerja dan bisnis juga harus dibenahi. Selain itu, melakukan
maintance aset secara berkala dan jangan dibiarkan terbengkalai. Politisi PDI-P
ini menilai, selama ini program yang dicanangkan direksi disana sudah bagus.

“Namun keseriusan dan
profesionalitas mereka dalam mengelola itu tidak seperti diharapkan.
Perkembangan PD BTM, tidak terlepas dari pemangku kebijakan, yakni Pemerintah
Provinsi  selain itu juga ada planing
Pemprov tidak terealisasi, seperti kerja sama dengan pihak ketiga. Kami
berharap kedepannya Perusda bisa menjadi salah satu penyumbang PAD,”
pungkasnya. (arj)

Baca Juga :  Pemkab Gelar Silaturahmi Lebaran secara Virtual

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/