32.5 C
Jakarta
Wednesday, June 19, 2024
spot_img

Pembangunan Masjid Kubah Kecubung Habiskan Anggaran Rp180 Milliar

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Sekretaris Pengurus Yayasan Masjid Kubah Kecubung Palangkaraya, Drs H Mahlani. Mengungkapkan, dana pembangunan Masjid Agung Kubah Kecubung Darrurahman sampai 2023. Telah menghabiskan anggaran Rp180.638.000.000. Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangkaraya dan sebagian dari Yayasan.

Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman ini baru saja diresmikan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, Jumat malam (15/9). “Walaupun masjid ini masih belum sempurna 100 persen. Dan masih perlu penataan halaman pagar bangunan fisik dan yang harus diselesaikan lainnya,” ujarnya dalam sambutannya.

Dia mengungkapkan. Luas tanah Masjid Agung Kubah Kecubung seluas 3,54 hektar dan luas bangunan 70×70 meter persegi dengan bahan lantai marmer dari itali. Selain itu juga menampung Jemaah salat sebanyak 8.300 orang.

Dia menceritakan awal mula berdirinya Masjid yang beralamat di Jalan RTA Milono Bundaran Burung ini. Diawali dengan adanya pemikiran para Kiyai, ulama, dan tokoh masyarakat yang menginginkan adanya sebuah tempat ibadah yang representatif, strategis, indah dan memliki fasilitas pendukung yang lengkap, taman yang asri, yang menjadi kebanggaan kota Palangkaraya.

Baca Juga :  Dinsos Kalteng Langsung Buka Dapur Umum Untuk Korban Kebakaran

“Pemikiran ini terjadi pada pertengahan 2010,” ujarnya.

Dia menjelaskan, guna mendapatkan dukungan, pemikiran itu disampaikan kepada wali kota palangkaraya, pada saat itu dijabat oleh HM Riban Satia. Dan disambut baik dengan dukungan dan kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah kota Palangkaraya untuk melaksanakan proses pembangunan.

“Sebagai awal dan dasar untuk memulai perencanaan pembangunan, menggunakan sebuah Yayasan yang bernama sepakat peduli selaku ketua Yayasan al mukarram habib muhri,”terangnya.

Kemudian sambungnya, membentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh KH Busyra Khalid .Yang bertugas untuk mencari lokasi yang strategis dan membuat perencanaan pembangunan.

 

“Setelah ditemukan lokasi yang strategis dan bernegosiasi dengan pemilik lahan, terjadi kesepakatan jual beli, dan ditetapkan sebagai lokasi pembangunan masjid yang ada sekarang,”

Selanjutnya, pada tanggal tanggal 18 juni 2011 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Menteri agama RI pada saat itu Suryadharma Ali.

Baca Juga :  Doni: Optimalkan Serapan Anggaran

“Untuk memaksimalkan proses perencanaan dan pembangunan, tahun 2012 dibentuk Yayasan khusus masjid yang diberi nama Yayasan kubah kecubung, melalui akta notaris nomor 67 tangal 18 september 2018 yang diketuai oleh al mukarram kh Busyra Khalid. Dalam perjalananya pengurus Yayasan telah beganti beberapa kali disebabkan ketua Yayasan meninggal dunia.

“Tahun 2019, perubahan ketua Yayasan KH Busyra halid alm diganti KH Muhammad Muhsin. Dan tahun 2021 KH Muhammad Muhsin almarhum diganti KH Zainal Arifin hingga sekarang,” bebernya.

Sementara itu Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin dalam sambutannya mengatakan, selama 12 tahun, menantikan pembangunan Masjid Pembangunan Kecubung hingga diresmikan pada Jumat (15/9).“Saya mengakui masih ada beberapa kekurangan, termasuk masalah sound sistem,” ujarnya.

“Mudah-mudah dengan Waket (Wakil Ketua) DPRD bisa menyelesaikan sampai dengan selesai dan bagus sound sistem ini sebelum saya berakhir nanti,insya Allah,” bebernya.

“Ini tugas saya bersama pak waket dan anggota DPRD yang hadir pada malam ini,” ungkapnya. (hfz/ind)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Sekretaris Pengurus Yayasan Masjid Kubah Kecubung Palangkaraya, Drs H Mahlani. Mengungkapkan, dana pembangunan Masjid Agung Kubah Kecubung Darrurahman sampai 2023. Telah menghabiskan anggaran Rp180.638.000.000. Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangkaraya dan sebagian dari Yayasan.

Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman ini baru saja diresmikan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, Jumat malam (15/9). “Walaupun masjid ini masih belum sempurna 100 persen. Dan masih perlu penataan halaman pagar bangunan fisik dan yang harus diselesaikan lainnya,” ujarnya dalam sambutannya.

Dia mengungkapkan. Luas tanah Masjid Agung Kubah Kecubung seluas 3,54 hektar dan luas bangunan 70×70 meter persegi dengan bahan lantai marmer dari itali. Selain itu juga menampung Jemaah salat sebanyak 8.300 orang.

Dia menceritakan awal mula berdirinya Masjid yang beralamat di Jalan RTA Milono Bundaran Burung ini. Diawali dengan adanya pemikiran para Kiyai, ulama, dan tokoh masyarakat yang menginginkan adanya sebuah tempat ibadah yang representatif, strategis, indah dan memliki fasilitas pendukung yang lengkap, taman yang asri, yang menjadi kebanggaan kota Palangkaraya.

Baca Juga :  Dinsos Kalteng Langsung Buka Dapur Umum Untuk Korban Kebakaran

“Pemikiran ini terjadi pada pertengahan 2010,” ujarnya.

Dia menjelaskan, guna mendapatkan dukungan, pemikiran itu disampaikan kepada wali kota palangkaraya, pada saat itu dijabat oleh HM Riban Satia. Dan disambut baik dengan dukungan dan kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah kota Palangkaraya untuk melaksanakan proses pembangunan.

“Sebagai awal dan dasar untuk memulai perencanaan pembangunan, menggunakan sebuah Yayasan yang bernama sepakat peduli selaku ketua Yayasan al mukarram habib muhri,”terangnya.

Kemudian sambungnya, membentuk panitia pembangunan yang diketuai oleh KH Busyra Khalid .Yang bertugas untuk mencari lokasi yang strategis dan membuat perencanaan pembangunan.

 

“Setelah ditemukan lokasi yang strategis dan bernegosiasi dengan pemilik lahan, terjadi kesepakatan jual beli, dan ditetapkan sebagai lokasi pembangunan masjid yang ada sekarang,”

Selanjutnya, pada tanggal tanggal 18 juni 2011 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Menteri agama RI pada saat itu Suryadharma Ali.

Baca Juga :  Doni: Optimalkan Serapan Anggaran

“Untuk memaksimalkan proses perencanaan dan pembangunan, tahun 2012 dibentuk Yayasan khusus masjid yang diberi nama Yayasan kubah kecubung, melalui akta notaris nomor 67 tangal 18 september 2018 yang diketuai oleh al mukarram kh Busyra Khalid. Dalam perjalananya pengurus Yayasan telah beganti beberapa kali disebabkan ketua Yayasan meninggal dunia.

“Tahun 2019, perubahan ketua Yayasan KH Busyra halid alm diganti KH Muhammad Muhsin. Dan tahun 2021 KH Muhammad Muhsin almarhum diganti KH Zainal Arifin hingga sekarang,” bebernya.

Sementara itu Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin dalam sambutannya mengatakan, selama 12 tahun, menantikan pembangunan Masjid Pembangunan Kecubung hingga diresmikan pada Jumat (15/9).“Saya mengakui masih ada beberapa kekurangan, termasuk masalah sound sistem,” ujarnya.

“Mudah-mudah dengan Waket (Wakil Ketua) DPRD bisa menyelesaikan sampai dengan selesai dan bagus sound sistem ini sebelum saya berakhir nanti,insya Allah,” bebernya.

“Ini tugas saya bersama pak waket dan anggota DPRD yang hadir pada malam ini,” ungkapnya. (hfz/ind)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru