HAORNAS
atau Hari Olahraga Nasional selalu diperingati setiap tanggal 9 September. Haornas
ke-36 tahun ini diperingati secara nasional dengan perayaan yang digelar di
Sungai Siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin.
Berolahraga,
selain menjadi hobi yang menyenangkan dan menyehatkan badan, saat ini bisa
menjadi profesi untuk kehidupan di masa depan. Perhatian dan penghargaan
pemerintah pada atlet berprestasi seperti para peraih medali di Asian Games
2018, dengan pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil dan bonus ratusan juta
hingga miliaran rupiah.
Ini mendorong minat masyarakat
untuk menjadi atlet olahraga semakin meningkat. Peningkatan prestasi atlet
tentu tidak lepas dari semangat atlet itu sendiri dan dukungan dari berbagai
pihak baik sarana dan prasana yang memadai.
Fasilitas Olahraga di Kalteng
Berbagai
fasilitas olahraga telah tersedia di Kalteng baik di perkotaan maupun pedesaan.
Data Statistik Potenis Desa 2018 yang dirilis BPS mencatat sebanyak 957 desa/kelurahan
di Kalteng telah memiliki fasilitas lapangan sepak bola.
Kabupaten
Kotawaringin Timur memiliki desa/kelurahan dengan lapangan sepakbola terbanyak
sejumlah 143 desa/kelurahan yang memiliki fasilitas. Diikuti Kabupaten Katingan
dengan 130 desa/kelurahan dengan lapangan sepak bola.
Voli
yang memiliki banyak penggemar juga banyak tersedia di berbagai desa/kelurahan
di Kalteng. Tercatat sebanyak 1.415 desa/kelurahan di Kalteng telah memiliki
lapangan voli. Kabupaten Kapuas menjadi daerah yang paling banyak memiliki desa/kelurahan
dengan fasilitas lapangan bola voli sejumlah 173 desa/kelurahan, diikuti Kabupaten
Kotawaringin Timur sebanyak 162 desa/kelurahan, Kabupaten Katingan 152 desa/kelurahan,
Kabupaten Murung Raya 121 desa/kelurahan dan Kabupaten Gunung Mas sebanyak 119
desa/kelurahan dengan fasilitas lapangan bola voli.
Sedangkan
cabang olahraga yang menjadi kebanggaan Indonesia yaitu bulutangkis, terdapat
908 desa/kelurahan di Kalteng yang memiliki fasilitasnya. Kabupaten Kapuas
memiliki jumlah desa/kelurahan terbanyak yang memiliki fasilitas lapangan
bulutangis yaitu sebanyak 125 desa/kelurahan. Kemudian Kabupaten Kotawaringin
Timur memiliki 110 desa/kelurahan dengan fasilitas lapangan bulutangkis.
Fasilitas
olahraga lainnya seperti lapangan bola basket juga telah banyak tersedia di setiap daerah. Tercatat
sebanyak 109 desa/kelurahan di Kalteng telah tersedia fasilitas lapangan bola
basket. Kabupaten Kotawaringin Timur masih menjadi wilayah dengan
desa/kelurahan yang memiliki fasilitas lapangan bola basket yaitu sebanyak 18 desa/kelurahan
dengan fasilitas lapangan bola basket.
Kemudian
Kabupaten Kotawaringin Barat sejumlah 15 desa/kelurahan, Kabupaten Kapuas
sejumlah 13 desa/kelurahan dengan fasilitas lapangan bola basket. Fasilitas
lapangan bola basket, sepak bola, bulutangkis, bola voli dan juga fasilitas olah raga lainnya seperti
lapangan tenis, futsal, menyebar merata diseluruh kabupaten/kota di Kalteng.
Atlet Berprestasi
Menjadi
atlet berprestasi yang bisa bersaing ditingkat nasional atau bahkan
internasional tentu membutuhkan kerja keras dan kemauan serta dedikasi yang
kuat. Penyediaan fasilitas olah raga yang mencukupi di setiap wilayah daerah
sedikit banyak bisa membantu potensi bibit-bibit atlet di masa depan untuk
terus berlatih meningkatkan kemampuan sesuai kondisi wilayah.
Generasi
muda Kalteng tentunya bisa mengikuti kisah sukses atlet-atlet daerah lain yang
bisa bersaing di level nasional bahkan internasional walau dimulai dari latihan rutin di daerah
dengan fasilitas olah raga yang ada. Kisah sukses atlet sprinter Lalu Muhammad
Zohri dari Provinsi Nusa Tenggara Barat yang namanya melejit setelah menjadi
juara lari 100 meter pada kejuaran dunia atletik junior 2018 yang berlangsung
di Tampere, Finlandia.
Prestasi ini dilanjutkan dengan meraih perak estafet
4×100 meter Asian Games 2018 dan perak Kejuaraan Atletik Asia 2019 dengan
catatan waktu 10,13 detik yang sekaligus memecahkan rekor lari nasional yang
selama ini dipegang atlet Suryo Agung Wibowo dengan catatan waktu 10,17 detik
(Wikipedia.org). Kesuksesan atlet Lalu Muhammad Zohri ini dimulai dari rutin
berlatih lari di pantai dengan pelatih dari guru olah raga sekolahnya.
Ada
juga kisah sukses atlet putri panjat tebing dari Grobogan Jawa Tengah, Aries
Susanti Rahayu yang memulai karir atletnya dari perkenalan olahraga panjat tebing
dari guru olahraganya. Dengan semangat yang kuat dan giat berlatih hingga berhasil
menjadi juara pada kejuaraan dunia dan meraih emas Asian Games 2018.
Kisah
sukses atlet di luar
negeri juga tidak selalu dimulai dari kota besar dengan klub yang berfasilitas
wah dan lengkap. Film McFarland (2015) menceritakan kisah nyata terbentuknya
tim juara dunia lari cross-country dari kota kecil McFarland California Amerika
Serikat pada tahun 1987.
Walaupun
lari cross-country bukan olahraga
yang populer di wilayah itu, tetapi dengan semangat dan kerja keras atlet dan
pelatih, hasilnya bisa menjadi juara dunia hingga beberapa generasi berikutnya.
Semua kisah sukses itu tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua dengan
memanfaatkan fasilitas olah raga yang ada di sekitar tempat tinggal kita.
Selamat hari olah raga. #AyoOlahraga #DimanaKapanSaja.*)
Statistisi Madya di BPS Provinsi Kalimantan Tengah