NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Keluhan terhadap layanan J&T Express di Jalan Melati, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, makin ramai dibicarakan.
Sejumlah pelanggan mengaku paket mereka diduga mengendap di gudang meski status pengiriman sudah tercatat tiba di Nanga Bulik. Ironisnya, ada juga paket yang tiba-tiba diretur ke pengirim tanpa pemberitahuan.
Pelanggan menilai pelayanan J&T di Bulik menurun. Mereka kesulitan mendapatkan kepastian soal keberadaan paket, padahal sistem pelacakan menunjukkan barang sudah sampai di lokasi tujuan. Minimnya respons dari kurir maupun kantor cabang memicu kekecewaan.
Arif, salah satu pelanggan, mengaku sudah menunggu cukup lama. Barang pesanannya tercatat tiba di Nanga Bulik, tetapi tak kunjung diantar.
“Statusnya sudah sampai di sini, tapi tidak ada kabar. Saya telepon dan kirim pesan WhatsApp ke kurir maupun kantor, tidak ada respons sama sekali,” ujarnya kepada Prokalteng.co, Rabu (11/2/2026).
Keluhan lain datang dari warga yang lebih apes. Salah satu paket miliknya justru dikembalikan ke pengirim tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
“Paket saya tiba-tiba diretur. Tidak ada chat atau telepon. Waktu saya coba ambil sendiri ke kantor, saya menunggu hampir satu jam karena antrean penuh, tapi paketnya tidak ditemukan. Akhirnya saya pulang dengan tangan kosong,” katanya dengan nada kecewa.
Menurut pelanggan, komunikasi adalah hal mendasar dalam jasa ekspedisi. Ketika paket tertahan tanpa penjelasan, konsumen merasa dirugikan karena sudah membayar biaya pengiriman.
Menanggapi keluhan tersebut, Pimpinan J&T Cabang Bulik, Ade Maulana Putra, mengakui adanya kendala internal. Saat ini, pihaknya kekurangan tenaga kurir untuk pengantaran.
“Kami memang sedang kekurangan kurir, sehingga pengantaran belum maksimal. Saat ini kami berupaya menambah tenaga agar pelayanan kembali normal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnaker untuk proses perekrutan. J&T Bulik juga tengah melakukan persiapan tambahan menghadapi lonjakan pengiriman menjelang Lebaran.
“Kami siapkan langkah antisipasi agar saat volume kiriman meningkat, pelayanan tetap bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (bib)


