Berkah Kemarau Es Kopi Keliling, Ludes Ratusan Cup Sehari, Omset Melonjak

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO — Udara terasa membakar kulit. Suhu panas yang menyengat ditambah kabut asap membuat siapa saja mendambakan seteguk kesegaran. Di tengah cuaca yang tak bersahabat itu, justru datang berkah tak terduga bagi para pedagang es kopi keliling di Kota Palangka Raya.

Minuman dingin beraroma kopi kini menjadi penawar yang paling dicari warga. Setiap kali gerobak lewat, pembeli berdatangan. Bahkan, ratusan cup bisa ludes dalam sehari, jauh melonjak dibanding hari-hari biasa.

Hamdi, salah satu pedagang es kopi keliling yang menjajakan dagangannya di Jalan S. Parman, mengungkapkan kebahagiaannya. Dalam pekan terakhir ini, dagangannya habis dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Biasanya sehari rata-rata hanya 40 hingga 50 cup. Akhir-akhir ini bisa habis terjual sampai 80-100 cup per-hari,” ungkap Hamdi saat ditemui, Jumat (7/8/2026) dengan wajah penuh syukur.

Baca Juga :  Jangan Bakar Lahan saat Kemarau! DPRD Palangka Raya Ingatkan Karhutla Mayoritas Dipicu Ulah Manusia

Ia mengaku tak menetap di satu titik tempat jualan. Siang beranjak ke sore, ia berpindah dari Jalan S. Parman, lalu menyusuri keramaian di Jalan Tilung hingga Jalan Yos Soedarso. Di mana ada keramaian, ia bergerak ke sana untuk menyapa pelanggan. Di setiap jalan yang dilewati, dagangannya tetap dicari dan “diserbu” warga yang haus kesegaran.

Bukan tanpa alasan es kopi keliling ini begitu diminati. Harga yang terjangkau, rasa yang pas di lidah, dan kecepatan pelayanan menjadi daya tarik yang tak tertandingi. Apalagi bagi mereka yang sibuk beraktivitas dan tak sempat mampir lama di kafe.

Chandra misalnya, salah satu pelanggan setia es kopi ini, mengaku tak pernah melewatkan jika melihat gerobak itu lewat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dibantu Modal BRI, Tukang Ojek di NTT Jadi Pengusaha Kelor Hingga Beli Mobil

“Kalau kebetulan lewat, pasti mampir. Selain harganya murah, tak perlu menunggu lama,” tutur Chandra seraya menikmati es kopi pesanannya.

Bagi warga Kota Palangka Raya, es kopi keliling kini bukan sekadar minuman penahan dahaga. Minuman ini menjadi penawar lelah di tengah terik matahari dan kabut asap yang menyelimuti kota. Sederhana, murah, dan hadir tepat di saat paling dibutuhkan.

Di balik cuaca yang panas dan berat, ternyata masih ada sisi manis yang terselip. Bagi Hamdi dan pelanggannya, terik matahari menjadi sinyal berkah. Semakin panas udara, semakin hangat rezeki yang mengalir baginya. (*mg_1/hnd)

 

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO — Udara terasa membakar kulit. Suhu panas yang menyengat ditambah kabut asap membuat siapa saja mendambakan seteguk kesegaran. Di tengah cuaca yang tak bersahabat itu, justru datang berkah tak terduga bagi para pedagang es kopi keliling di Kota Palangka Raya.

Minuman dingin beraroma kopi kini menjadi penawar yang paling dicari warga. Setiap kali gerobak lewat, pembeli berdatangan. Bahkan, ratusan cup bisa ludes dalam sehari, jauh melonjak dibanding hari-hari biasa.

Hamdi, salah satu pedagang es kopi keliling yang menjajakan dagangannya di Jalan S. Parman, mengungkapkan kebahagiaannya. Dalam pekan terakhir ini, dagangannya habis dua kali lebih cepat dari biasanya.

Electronic money exchangers listing

“Biasanya sehari rata-rata hanya 40 hingga 50 cup. Akhir-akhir ini bisa habis terjual sampai 80-100 cup per-hari,” ungkap Hamdi saat ditemui, Jumat (7/8/2026) dengan wajah penuh syukur.

Baca Juga :  Jangan Bakar Lahan saat Kemarau! DPRD Palangka Raya Ingatkan Karhutla Mayoritas Dipicu Ulah Manusia

Ia mengaku tak menetap di satu titik tempat jualan. Siang beranjak ke sore, ia berpindah dari Jalan S. Parman, lalu menyusuri keramaian di Jalan Tilung hingga Jalan Yos Soedarso. Di mana ada keramaian, ia bergerak ke sana untuk menyapa pelanggan. Di setiap jalan yang dilewati, dagangannya tetap dicari dan “diserbu” warga yang haus kesegaran.

Bukan tanpa alasan es kopi keliling ini begitu diminati. Harga yang terjangkau, rasa yang pas di lidah, dan kecepatan pelayanan menjadi daya tarik yang tak tertandingi. Apalagi bagi mereka yang sibuk beraktivitas dan tak sempat mampir lama di kafe.

Chandra misalnya, salah satu pelanggan setia es kopi ini, mengaku tak pernah melewatkan jika melihat gerobak itu lewat.

Baca Juga :  Dibantu Modal BRI, Tukang Ojek di NTT Jadi Pengusaha Kelor Hingga Beli Mobil

“Kalau kebetulan lewat, pasti mampir. Selain harganya murah, tak perlu menunggu lama,” tutur Chandra seraya menikmati es kopi pesanannya.

Bagi warga Kota Palangka Raya, es kopi keliling kini bukan sekadar minuman penahan dahaga. Minuman ini menjadi penawar lelah di tengah terik matahari dan kabut asap yang menyelimuti kota. Sederhana, murah, dan hadir tepat di saat paling dibutuhkan.

Di balik cuaca yang panas dan berat, ternyata masih ada sisi manis yang terselip. Bagi Hamdi dan pelanggannya, terik matahari menjadi sinyal berkah. Semakin panas udara, semakin hangat rezeki yang mengalir baginya. (*mg_1/hnd)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru