30.9 C
Jakarta
Friday, July 19, 2024
spot_img

Danrem Ingatkan Perlu Kedewasaan dan Bijak Bermedsos

Pesatnya
perkembangan dan kemajuan teknologi sekarang ini tidak bisa dibendung. Era serba
cepat. Tinggal klik, jawaban sudah lengkap.Di balik itu, tentu ada peluang dan
juga ancaman bagi penggunanya.  

 

EMMANUEL LIU, Palangka
Raya

KOREM 102/Pjg
kembali melaksanakan diskusi bela negara. Pada triwulan II ini kegiatan
bertajuk Komunikasi Sosial dengan aparat pemerintah mengangkat tema “Melalui
komunikasi sosial dengan aparat pemerintah, kita tingkatkan sinergitas dan
kerja sama guna menyiapkan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya untuk
tercapainya tugas pokok TNI AD”. Kegiatan itu dilaksanakan di Makorem, Jumat
(28/6).

Danrem 102/Pjg Kolonel
Arm Saiful Rizal mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam
menggunakan sistem digitalisasi. Sebagai upaya dalam membangun ketahanan
negara, TNI melakukan komunikasi dengan pemerintah dan sejumlah tokoh, terkait
dengan sistem bela negara di Indonesia.

“Ini untuk menyamakan
persepsi untuk keberlangsungan Kalteng ke depan dalam kaitannya dengan masalah
digitalisasi. Hal yang menjadi perhatian semua pihak karena memerlukan
kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat,”ungkapnya kepada awak media.

Baca Juga :  Disuguhi Hiburan Musik, Halaman Lapas Dilengkapi Taman Bermain

Masalah digital bukan
hanya dirasakan oleh para alat negara tetapi semua pihak termasuk masyarakat,
di mana sangat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan baik pemerintah, Aparatur
Sipil Negara (ASN), generasi muda dan masyarakat luas.

“Di sini fungsi TNI
untuk melakukan komunikasi agar sama-sama memperhatikan untuk tetap bijak dalam
memanfaatkan digital dalam melakukan setiap aktifitas sehari-hari. Khususnya
media sosial,”harapnya.

Pengaruh digital sangat
jauh jika pada lingkungan masyarakat sudah terlihat individu dan kurang santun
serta kurang perduli terhadap situasi dan kondisi dalam kehidupan
bermasyarakat.

“Salah satu kontaminasi
yang terjadi adalah pengaruh digital. Sehingga perlu disikapi dengan
bijak,”terangnya lagi.

Nilai-nilai yang ada
dalam kearifan lokal adalah nilai luhur budaya yang merupakan kekayaan bangsa
Indonesia. Sehingga jika tidak diaktualisasikan dan direkonsepsi, maka maka
hanya akan menjadi monumen semata.

“Kalteng tentu memiliki
nilai-nilai luhur terutama yang dikenal dengan Huma Betang. Karena negara dan
bangsa sangat memerlukan Huma Betang atau hidup dalam keberagaman baik suku,
agama,budaya dan lain-lain,”jelasnya.

Baca Juga :  Memadukan Seni dengan Selera Pelanggan

Dirinya juga mengakui
bahwa teknologi informasi dengan sistem digitalisasi tak dapat dibendung dalam
kehidupan masyarakat. Karena merupakan peluang, juga kendala bahkan ancaman.
Sehingga perlu kedewasaan dalam menggunakan digitalisasi tersebut.

Untuk tidak mudah
terpapar pengaruh yang dapat memecah belakan bangsa, sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi masing-masing, perlu membangun dan menjaga integritas masing-masing.
Dengan demikian ketahanan negara akan terjaga dengan baik.

Terpisah Plt Kepala
BPBD Provinsi Kalteng Mofit Saptono Subagio mengungkapkan bahwa negara
Indonesia lahir ketika TNI bisa bersama-sama masyarakat, dalam upaya membangun ketahanan.

“Sehingga komunikasi
yang dilakukan saat itu sebagai bentuk untuk melestarikan, bagaiman TNI bersama
masyarakat menjaga pertahanan NKRI. Dengan demikian ketahanan pun akan kian
solid,”tuturnya.

Jika di luar ruangan dirinya melihat bahwa TNI
juga dapat memberikan dampak positif dengan menularkan pengaruh, dalam menjaga
ketahanan negara melalui tokoh-tokoh yang ada. (*/ala) 

Pesatnya
perkembangan dan kemajuan teknologi sekarang ini tidak bisa dibendung. Era serba
cepat. Tinggal klik, jawaban sudah lengkap.Di balik itu, tentu ada peluang dan
juga ancaman bagi penggunanya.  

 

EMMANUEL LIU, Palangka
Raya

KOREM 102/Pjg
kembali melaksanakan diskusi bela negara. Pada triwulan II ini kegiatan
bertajuk Komunikasi Sosial dengan aparat pemerintah mengangkat tema “Melalui
komunikasi sosial dengan aparat pemerintah, kita tingkatkan sinergitas dan
kerja sama guna menyiapkan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya untuk
tercapainya tugas pokok TNI AD”. Kegiatan itu dilaksanakan di Makorem, Jumat
(28/6).

Danrem 102/Pjg Kolonel
Arm Saiful Rizal mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam
menggunakan sistem digitalisasi. Sebagai upaya dalam membangun ketahanan
negara, TNI melakukan komunikasi dengan pemerintah dan sejumlah tokoh, terkait
dengan sistem bela negara di Indonesia.

“Ini untuk menyamakan
persepsi untuk keberlangsungan Kalteng ke depan dalam kaitannya dengan masalah
digitalisasi. Hal yang menjadi perhatian semua pihak karena memerlukan
kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat,”ungkapnya kepada awak media.

Baca Juga :  Disuguhi Hiburan Musik, Halaman Lapas Dilengkapi Taman Bermain

Masalah digital bukan
hanya dirasakan oleh para alat negara tetapi semua pihak termasuk masyarakat,
di mana sangat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan baik pemerintah, Aparatur
Sipil Negara (ASN), generasi muda dan masyarakat luas.

“Di sini fungsi TNI
untuk melakukan komunikasi agar sama-sama memperhatikan untuk tetap bijak dalam
memanfaatkan digital dalam melakukan setiap aktifitas sehari-hari. Khususnya
media sosial,”harapnya.

Pengaruh digital sangat
jauh jika pada lingkungan masyarakat sudah terlihat individu dan kurang santun
serta kurang perduli terhadap situasi dan kondisi dalam kehidupan
bermasyarakat.

“Salah satu kontaminasi
yang terjadi adalah pengaruh digital. Sehingga perlu disikapi dengan
bijak,”terangnya lagi.

Nilai-nilai yang ada
dalam kearifan lokal adalah nilai luhur budaya yang merupakan kekayaan bangsa
Indonesia. Sehingga jika tidak diaktualisasikan dan direkonsepsi, maka maka
hanya akan menjadi monumen semata.

“Kalteng tentu memiliki
nilai-nilai luhur terutama yang dikenal dengan Huma Betang. Karena negara dan
bangsa sangat memerlukan Huma Betang atau hidup dalam keberagaman baik suku,
agama,budaya dan lain-lain,”jelasnya.

Baca Juga :  Memadukan Seni dengan Selera Pelanggan

Dirinya juga mengakui
bahwa teknologi informasi dengan sistem digitalisasi tak dapat dibendung dalam
kehidupan masyarakat. Karena merupakan peluang, juga kendala bahkan ancaman.
Sehingga perlu kedewasaan dalam menggunakan digitalisasi tersebut.

Untuk tidak mudah
terpapar pengaruh yang dapat memecah belakan bangsa, sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi masing-masing, perlu membangun dan menjaga integritas masing-masing.
Dengan demikian ketahanan negara akan terjaga dengan baik.

Terpisah Plt Kepala
BPBD Provinsi Kalteng Mofit Saptono Subagio mengungkapkan bahwa negara
Indonesia lahir ketika TNI bisa bersama-sama masyarakat, dalam upaya membangun ketahanan.

“Sehingga komunikasi
yang dilakukan saat itu sebagai bentuk untuk melestarikan, bagaiman TNI bersama
masyarakat menjaga pertahanan NKRI. Dengan demikian ketahanan pun akan kian
solid,”tuturnya.

Jika di luar ruangan dirinya melihat bahwa TNI
juga dapat memberikan dampak positif dengan menularkan pengaruh, dalam menjaga
ketahanan negara melalui tokoh-tokoh yang ada. (*/ala) 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru