29.1 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024
spot_img

Kreativitas Peserta Pawai di Sampit, Gunakan Busana Berbahan Koran Bek

Pawai pembangunan Sampit 2018 lalu
bertemakan ikon Sampit, ikan jelawat. Tahun ini, peserta bebas berekspresi dan
berkreasi tanpa batasan tema seperti tahun lalu. Meski tampak tak seirama,
namun kreatifitas menjadi cermin kualitas para peserta.

BAHRI, Sampit

BENDERA start dikibarkan di depan rumah Jabatan Bupati Kotim Jalan
A Yani Sampit, menandai pawai pembangunan dimulai. Ribuan peserta dan
masyarakat tumpah ruah sepanjang rute Jalan S Parman dan berakhir di Taman Kota.

Pawai pembangunan tahun
sebelumnya diikuti 185 peserta. Meningkat. Pada 2019 ini menjadi 277 peserta,
terdiri dari 16 kelompok Drum Band, pejalan kaki tingkat pelajar dan mahasiswa
sebanyak 89 kelompok, pejalan kaki dari SOPD, lembaga dan umum sebanyak 134
kelompok, 26 kelompok mobil hias, sepeda ontel, dan sepeda hias untuk pelajar
SD sebanyak 12 peserta.

Baca Juga :  Dapat Izin Edar setelah Tangani Seratus Pasien

Dengan kompak, bendera start
diangkat Bupati Kotim H Supian Hadi, Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri, Sekretaris
Daerah, Ketua Sementara DPRD, pimpinan FKPD dan SOPD.

“Berbagai macam kreasi baju
yang dipakai peserta mulai dari baju dari koran, plastik dan ada satu yang
menarik perhatian saya tadi, yakni pakaian dari daun kering dan ini sangat
menarik dan semua ini patut dicontoh. Untuk memanfaatkan hal yang biasa menjadi
luar biasa,” kata Bupati Kotim H Supaian Hadi usai pawai.

Namun, yang sempat membuatnya
merasa bingung, tema apa yang diminta oleh panitia kepada para peserta. Karena
yang disuguhkan oleh peserta seperti tidak beraturan dan tidak memiliki tema
yang jelas seperti tahun sebelumnya, sehingga para peserta menampilkan kreasi
sesuka hatinya saja.

Baca Juga :  Kagumi Danau Sentarum, Perdie M Yoseph Nantikan Kunjungan Balasan

“Pawai pembangunan tahun
lalu tema yang dipakai adalah Jelawat, sehingga apapun kreasi yang ditampilkan
para peserta, ada unsur ikan jelawatnya. Sedangkan tahun ini semua yang
ditampilkan tidak beraturan dan terserah apa yang dikehendaki peserta saja, dan
saya minta kepada penitia tahun depan harus jelas temanya,” pungkasnya. (*/ctk/nto)

Pawai pembangunan Sampit 2018 lalu
bertemakan ikon Sampit, ikan jelawat. Tahun ini, peserta bebas berekspresi dan
berkreasi tanpa batasan tema seperti tahun lalu. Meski tampak tak seirama,
namun kreatifitas menjadi cermin kualitas para peserta.

BAHRI, Sampit

BENDERA start dikibarkan di depan rumah Jabatan Bupati Kotim Jalan
A Yani Sampit, menandai pawai pembangunan dimulai. Ribuan peserta dan
masyarakat tumpah ruah sepanjang rute Jalan S Parman dan berakhir di Taman Kota.

Pawai pembangunan tahun
sebelumnya diikuti 185 peserta. Meningkat. Pada 2019 ini menjadi 277 peserta,
terdiri dari 16 kelompok Drum Band, pejalan kaki tingkat pelajar dan mahasiswa
sebanyak 89 kelompok, pejalan kaki dari SOPD, lembaga dan umum sebanyak 134
kelompok, 26 kelompok mobil hias, sepeda ontel, dan sepeda hias untuk pelajar
SD sebanyak 12 peserta.

Baca Juga :  Dapat Izin Edar setelah Tangani Seratus Pasien

Dengan kompak, bendera start
diangkat Bupati Kotim H Supian Hadi, Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri, Sekretaris
Daerah, Ketua Sementara DPRD, pimpinan FKPD dan SOPD.

“Berbagai macam kreasi baju
yang dipakai peserta mulai dari baju dari koran, plastik dan ada satu yang
menarik perhatian saya tadi, yakni pakaian dari daun kering dan ini sangat
menarik dan semua ini patut dicontoh. Untuk memanfaatkan hal yang biasa menjadi
luar biasa,” kata Bupati Kotim H Supaian Hadi usai pawai.

Namun, yang sempat membuatnya
merasa bingung, tema apa yang diminta oleh panitia kepada para peserta. Karena
yang disuguhkan oleh peserta seperti tidak beraturan dan tidak memiliki tema
yang jelas seperti tahun sebelumnya, sehingga para peserta menampilkan kreasi
sesuka hatinya saja.

Baca Juga :  Kagumi Danau Sentarum, Perdie M Yoseph Nantikan Kunjungan Balasan

“Pawai pembangunan tahun
lalu tema yang dipakai adalah Jelawat, sehingga apapun kreasi yang ditampilkan
para peserta, ada unsur ikan jelawatnya. Sedangkan tahun ini semua yang
ditampilkan tidak beraturan dan terserah apa yang dikehendaki peserta saja, dan
saya minta kepada penitia tahun depan harus jelas temanya,” pungkasnya. (*/ctk/nto)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru