26.5 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Cukup Rp5 Ribu, Cincin Emas seperti Baru Lagi

Usaha
menyepuh perhiasan tradisional masih menjanjikan. Setidaknya sekitar 50 warga
berprofesi sebagai penyepuh perhiasan emas dan perak di Kompleks Pasar Besar
Jalan Jawa Palangka Raya.

 

AGUS JAYA, Palangka
Raya

 

SIANG itu di lapak nya yang
sederhana Nur Aini
tampak tekun membersihkan sepotong
cincin milik pelanggannya.
Pria 60 tahun itu dengan teliti dan
perlahan menggosok cincin emas hingga terlihat bersih dan mengkilat.
Bermodal
bahan deterjen alami yakni air emas yang di campur dengan buah kl
erak,
Nur Aini
biasa membersihkan potongan cincin,
gelang atau kalung
milik orang orang yang ingin perhiasannya terlihat mengkilat seper
ti
baru.

“Ini busa dari buah klerak
untuk ngebersihinnya supaya mengkilat,
kalau pake sabun kurang
(mengkilat) selain itu tangan bisa luka
,” kata  Nur Aini menjelaskan.

Menurut laki laki yang mengaku sudah 35 tahun
bekerja sebagai penyepuh emas di Komplek
s Pasar Besar ini, keterampilannya
menyepuh perhiasan emas dan perak di perolehnya  dari kota 
Martapura
, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Ilmunya di dapat dari kawan  di Martapura dahulukan martapura itu ada
tempat khusus jadi juga sambil lihat lihat
,” cerita Nur Aini lagi.

Menurut pria asal Banjarmasin ini untuk biaya
untuk menyepuh dan membersihkan sepotong cincin emas di tempatnya berkisar
antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu
, sedangkan untuk
perhiasan kalung atau gelang tergantung dari ukuran gelang dan kalung itu
sendiri.

Sedangkan pendapatan yang didapat dari menyepuh
perhiasan emas tidak menentu. Kadang Nur Aini bisa mendapat Rp 150 ribuan  tergantung banyaknya orang yang dilayani
. “Kalau
masalah pendapatan itu tidak menentu kadang bisa lebih, bisa juga kurang
,”
tuturnya.

“Mungkin sekarang kita
yang tertuanya di
sini,” tambahnya.

Menurut keterangan Nur Aini di Kompleks
Pasar Besar
tersebut diperkirakan ada sekitar  50 orang  yang  bekerja sebagai penyepuh dan pembersih
perhiasan emas dan perak. Sebagian besar penyepuh emas tersebut bekerja mandiri
 namun ada juga beberapa yang bekerja toko
toko penjual perhiasan emas di
sekitar Jalan Jawa
itu. Sebagian besar mereka berasal dari Kalsel.

Baca Juga :  Cendet, Burung Galak yang Cerdas Tirukan Beragam Suara

Dia juga menambahkan sejak dahulu kompleks
di Jalan Jawa
sendiri memang dikenal sebagai pusat penjualan perhiasan
emas
di
Kota Cantik Palangka Raya juga tempat para  penyepuh emas berkumpul.

Adapun bahan bahan utama yang di gunakan Nur
Aini untuk menyepuh dan membersihkan perhiasan emas antara lain
air mineral, air sepuhan
emas, dan buah kl
erak dan adaptor atau batu baterai.
Untuk Air sepuhan emas sendiri  biasanya
dibeli dengan harga Rp720 ribu perbotolnya. Sedangkan untuk  buah kl
erak dibeli dengan harga
Rp81 ribu perkilo
gramnya.

Sementara itu menurut Basri seorang  penyepuh emas lain yang juga membuka lapak tidak
jauh dari lapak N
ur Aini untuk biaya menyapuh perhiasan
emas memang lebih menguntungkan jika dilakukan dalam jumlah banyak.

“Kalau sekaligus banyak
te
rmurah, karena hemat banyu
amasnya
jadi temurah pula ongkosnya
,” kata Basri dalam
bahasa Banjar yang kental.

Dia juga menambahkan dalam menyepuh dan
membersihkan emas antara jenis emas 24, emas  Itali dan 99 itu berbeda beda caranya agar
perhiasan
perhiaan  tersebut
terlihat cemerlang.

“Itu lain lain  caranya, ada yang  harus pakai 
pembersih karat
,” katanya.

Menurut Basri lagi, usaha penyepuhan
emas biasanya ramai saat musim mendekati hari raya atau hari raya haji. “Kalau pas
teparak
(dekat) hari raya, itu yang terbanyak
biasanya orang datang minta di barsihkan emasnya” ujar Basri lagi.

Sementara itu saat  ditanya mengenai pengaruh naiknya harga emas
saat ini terhadap usaha penyepuhan perhiasan emas di tempatnya, baik Basri
maupun Nur Aini mengaku tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Baca Juga :  Istri Mulyadi Tamsir yang Hamil Muda, Ihsan dan Putri Berangkat Untuk

“Seperti hari hari biasa
aja kadada
(tidak ada) pengaruhnya,”
j
awab Basri
bekerja sebagai penyepuh emas sejak 1986
itu
 sambil tersenyum.

Baik Nur Aini maupun Basri sama sama mengaku
ketrampilan dan usaha  menyapuh emas yang
di kerjaka mereka selama  ini tidak ada
di teruskan kepada anak atau  cucu
mereka.

“Tidak ada yang yang meneruskan, sekarang ini sudah
pikirannya, mereka banyak yang berdagang semua,”
ujar Basri yang mengaku sudah memiliki 12 orang cucu

Sementara itu menurut Erma salah seorang
konsumen yang kebetulan datang ke tempat itu menuturkan
,
dirinya sengaja
datang ke jasa penyepuh emas dengan membawa perhiasan  perhiasan emas yang di milikinya agar terlihat
mengkilat.

“Baru sekali ini
membersihkan emas,
tadi ongkos semuanya Rp80 ribu” ujar perempuan berwajah
cantik ini yang mengaku datang dari Kabupaten Gunung
Mas (Gumas).

Sementara itu menurut  Halisah pemilik toko perhiasan emas Sinar
Surya menerangkan
, saat harga emas naik seperti
sekarang ini jarang ada pemilik perhiasan emas  yang menjual perhiasan emas ke toko emasnya .

“Kalau waktu emas naik
macam sekarang ini,
orang yang berjual emas kurang karena
orang kan  tidak  bisa beli lagi karena harganya naik, jadi  orang sekarang 
banyak memilih menyimpan atau menabunglah
,” terang
perempuan berjilbab ini.

Halisah menjelaskan untuk saat ini jenis perhiasan
emas yang banyak di cari orang di toko toko emas saat ini adalah perhiasan emas
99. “
Emas 99 itu bagus emasnya makanya mahal harganya,”
pungkas Halisah
. (sja/ala)

Usaha
menyepuh perhiasan tradisional masih menjanjikan. Setidaknya sekitar 50 warga
berprofesi sebagai penyepuh perhiasan emas dan perak di Kompleks Pasar Besar
Jalan Jawa Palangka Raya.

 

AGUS JAYA, Palangka
Raya

 

SIANG itu di lapak nya yang
sederhana Nur Aini
tampak tekun membersihkan sepotong
cincin milik pelanggannya.
Pria 60 tahun itu dengan teliti dan
perlahan menggosok cincin emas hingga terlihat bersih dan mengkilat.
Bermodal
bahan deterjen alami yakni air emas yang di campur dengan buah kl
erak,
Nur Aini
biasa membersihkan potongan cincin,
gelang atau kalung
milik orang orang yang ingin perhiasannya terlihat mengkilat seper
ti
baru.

“Ini busa dari buah klerak
untuk ngebersihinnya supaya mengkilat,
kalau pake sabun kurang
(mengkilat) selain itu tangan bisa luka
,” kata  Nur Aini menjelaskan.

Menurut laki laki yang mengaku sudah 35 tahun
bekerja sebagai penyepuh emas di Komplek
s Pasar Besar ini, keterampilannya
menyepuh perhiasan emas dan perak di perolehnya  dari kota 
Martapura
, Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Ilmunya di dapat dari kawan  di Martapura dahulukan martapura itu ada
tempat khusus jadi juga sambil lihat lihat
,” cerita Nur Aini lagi.

Menurut pria asal Banjarmasin ini untuk biaya
untuk menyepuh dan membersihkan sepotong cincin emas di tempatnya berkisar
antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu
, sedangkan untuk
perhiasan kalung atau gelang tergantung dari ukuran gelang dan kalung itu
sendiri.

Sedangkan pendapatan yang didapat dari menyepuh
perhiasan emas tidak menentu. Kadang Nur Aini bisa mendapat Rp 150 ribuan  tergantung banyaknya orang yang dilayani
. “Kalau
masalah pendapatan itu tidak menentu kadang bisa lebih, bisa juga kurang
,”
tuturnya.

“Mungkin sekarang kita
yang tertuanya di
sini,” tambahnya.

Menurut keterangan Nur Aini di Kompleks
Pasar Besar
tersebut diperkirakan ada sekitar  50 orang  yang  bekerja sebagai penyepuh dan pembersih
perhiasan emas dan perak. Sebagian besar penyepuh emas tersebut bekerja mandiri
 namun ada juga beberapa yang bekerja toko
toko penjual perhiasan emas di
sekitar Jalan Jawa
itu. Sebagian besar mereka berasal dari Kalsel.

Baca Juga :  Cendet, Burung Galak yang Cerdas Tirukan Beragam Suara

Dia juga menambahkan sejak dahulu kompleks
di Jalan Jawa
sendiri memang dikenal sebagai pusat penjualan perhiasan
emas
di
Kota Cantik Palangka Raya juga tempat para  penyepuh emas berkumpul.

Adapun bahan bahan utama yang di gunakan Nur
Aini untuk menyepuh dan membersihkan perhiasan emas antara lain
air mineral, air sepuhan
emas, dan buah kl
erak dan adaptor atau batu baterai.
Untuk Air sepuhan emas sendiri  biasanya
dibeli dengan harga Rp720 ribu perbotolnya. Sedangkan untuk  buah kl
erak dibeli dengan harga
Rp81 ribu perkilo
gramnya.

Sementara itu menurut Basri seorang  penyepuh emas lain yang juga membuka lapak tidak
jauh dari lapak N
ur Aini untuk biaya menyapuh perhiasan
emas memang lebih menguntungkan jika dilakukan dalam jumlah banyak.

“Kalau sekaligus banyak
te
rmurah, karena hemat banyu
amasnya
jadi temurah pula ongkosnya
,” kata Basri dalam
bahasa Banjar yang kental.

Dia juga menambahkan dalam menyepuh dan
membersihkan emas antara jenis emas 24, emas  Itali dan 99 itu berbeda beda caranya agar
perhiasan
perhiaan  tersebut
terlihat cemerlang.

“Itu lain lain  caranya, ada yang  harus pakai 
pembersih karat
,” katanya.

Menurut Basri lagi, usaha penyepuhan
emas biasanya ramai saat musim mendekati hari raya atau hari raya haji. “Kalau pas
teparak
(dekat) hari raya, itu yang terbanyak
biasanya orang datang minta di barsihkan emasnya” ujar Basri lagi.

Sementara itu saat  ditanya mengenai pengaruh naiknya harga emas
saat ini terhadap usaha penyepuhan perhiasan emas di tempatnya, baik Basri
maupun Nur Aini mengaku tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Baca Juga :  Istri Mulyadi Tamsir yang Hamil Muda, Ihsan dan Putri Berangkat Untuk

“Seperti hari hari biasa
aja kadada
(tidak ada) pengaruhnya,”
j
awab Basri
bekerja sebagai penyepuh emas sejak 1986
itu
 sambil tersenyum.

Baik Nur Aini maupun Basri sama sama mengaku
ketrampilan dan usaha  menyapuh emas yang
di kerjaka mereka selama  ini tidak ada
di teruskan kepada anak atau  cucu
mereka.

“Tidak ada yang yang meneruskan, sekarang ini sudah
pikirannya, mereka banyak yang berdagang semua,”
ujar Basri yang mengaku sudah memiliki 12 orang cucu

Sementara itu menurut Erma salah seorang
konsumen yang kebetulan datang ke tempat itu menuturkan
,
dirinya sengaja
datang ke jasa penyepuh emas dengan membawa perhiasan  perhiasan emas yang di milikinya agar terlihat
mengkilat.

“Baru sekali ini
membersihkan emas,
tadi ongkos semuanya Rp80 ribu” ujar perempuan berwajah
cantik ini yang mengaku datang dari Kabupaten Gunung
Mas (Gumas).

Sementara itu menurut  Halisah pemilik toko perhiasan emas Sinar
Surya menerangkan
, saat harga emas naik seperti
sekarang ini jarang ada pemilik perhiasan emas  yang menjual perhiasan emas ke toko emasnya .

“Kalau waktu emas naik
macam sekarang ini,
orang yang berjual emas kurang karena
orang kan  tidak  bisa beli lagi karena harganya naik, jadi  orang sekarang 
banyak memilih menyimpan atau menabunglah
,” terang
perempuan berjilbab ini.

Halisah menjelaskan untuk saat ini jenis perhiasan
emas yang banyak di cari orang di toko toko emas saat ini adalah perhiasan emas
99. “
Emas 99 itu bagus emasnya makanya mahal harganya,”
pungkas Halisah
. (sja/ala)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru