Tukang Ojek Makkah Tawarkan Jasa Bertarif 100 Riyal ke Masjidil Haram

PROKALTENG.CO-Seiring kembalinya jamaah haji dari Mina dan Jamarat ke Kota Makkah, para penjual jasa angkutan pun merapat ke batas area Makkah dan Jamarat.

Tidak hanya taksi, yang juga banyak bermunculan adalah jasa tukang ojek. Ya, di Makkah juga ada tukang ojek.

Pantauan JawaPos.com, para tukang ojek yang rata-rata berasal dari Asia Selatan itu mendekati jamaah yang berjalan kaki, menyusuri Al Masjid Al Haram Road alias Jalan Masjidil Haram di sisi Barat Laut akses ke Jamarat.

Sebagian terlihat menggunakan sepeda motor model lama yang mirip Suzuki AX100. Sebagian lagi menggunakan motor matic.

Dan tentu saja, karena jasa mereka tak berizin, mereka selalu menghindar bila ada mobil polisi lewat.

Sejak Jumat (29/5) hingga hari ini, Sabtu (30/5) mereka menawarkan jasa ojek menuju kawasan Masjidil Haram yang berjarak sekitar 6 km dari Jamarat bila ditempuh menggunakan kendaraan.

Baca Juga :  Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Makkah

“100 Riyal,” ujar salah seorang tukang ojek saat wartawan media ini menanyakan tarif ojek ke Masjidil haram.

Electronic money exchangers listing

Beberapa jamaah haji terlihat tawar menawar dengan para tukang ojek. Sebagian yang sudah deal harga langsung membonceng.

Tidak hanya satu, kadang dua orang jamaah sekaligus langsung dibawa menggunakan satu motor, alias bonceng tiga.

Rata-rata pengguna jasa para tukang ojek itu adalah jamaah haji yang hendak langsung melaksanakan tawaf Ifadah selepas melontar jumrah di Jamarat.

Jasa ojek menjadi opsi paling rasional bagi Sebagian jamaah haji. Karena tarif taksi, terutama taksi liar naik gila-gilaan. Sebagian dari mereka mematok tarif 500 Riyal untuk sekali jalan ke Masjidil Haram.

Meski begitu, ada opsi termurah untuk berangkat ke Masjidil Haram dari Jamarat. Yakni naik bus dari terminal Kidana yang terletak di perbatasan Jamarat dengan Makkah.

Baca Juga :  Salat Diskon

Bus berwarna kuning itu melayani jamaah yang hendak langsung ke Masjidil Haram dari Jamarat untuk melaksanakan tawaf Ifadah secara gratis.

Hanya saja, bus tersebut tidak beroperasi 24 jam, melainkan pagi hingga malam. Sebagian jamaah haji sudah ada yang menggunakannya.

Sementara, mayoritas jamaah haji Indonesia memilih menunggu beroperasinya bus shalawat besok Minggu (31/5) untuk pergi ke Masjidil Haram.

Meski demikian, ada sebagian bus shalawat yang beroperasi lebih dahulu sejak Sabtu (30/5) dini hari.

Bus tersebut hanya melayani hotel-hotel jamaah haji di 17 kloter awal. Sebab, ke-17 kloter itu terjadwal pulang ke tanah air pada Minggu (31/5) dan Senin (1/6). (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Seiring kembalinya jamaah haji dari Mina dan Jamarat ke Kota Makkah, para penjual jasa angkutan pun merapat ke batas area Makkah dan Jamarat.

Tidak hanya taksi, yang juga banyak bermunculan adalah jasa tukang ojek. Ya, di Makkah juga ada tukang ojek.

Pantauan JawaPos.com, para tukang ojek yang rata-rata berasal dari Asia Selatan itu mendekati jamaah yang berjalan kaki, menyusuri Al Masjid Al Haram Road alias Jalan Masjidil Haram di sisi Barat Laut akses ke Jamarat.

Electronic money exchangers listing

Sebagian terlihat menggunakan sepeda motor model lama yang mirip Suzuki AX100. Sebagian lagi menggunakan motor matic.

Dan tentu saja, karena jasa mereka tak berizin, mereka selalu menghindar bila ada mobil polisi lewat.

Sejak Jumat (29/5) hingga hari ini, Sabtu (30/5) mereka menawarkan jasa ojek menuju kawasan Masjidil Haram yang berjarak sekitar 6 km dari Jamarat bila ditempuh menggunakan kendaraan.

Baca Juga :  Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Makkah

“100 Riyal,” ujar salah seorang tukang ojek saat wartawan media ini menanyakan tarif ojek ke Masjidil haram.

Beberapa jamaah haji terlihat tawar menawar dengan para tukang ojek. Sebagian yang sudah deal harga langsung membonceng.

Tidak hanya satu, kadang dua orang jamaah sekaligus langsung dibawa menggunakan satu motor, alias bonceng tiga.

Rata-rata pengguna jasa para tukang ojek itu adalah jamaah haji yang hendak langsung melaksanakan tawaf Ifadah selepas melontar jumrah di Jamarat.

Jasa ojek menjadi opsi paling rasional bagi Sebagian jamaah haji. Karena tarif taksi, terutama taksi liar naik gila-gilaan. Sebagian dari mereka mematok tarif 500 Riyal untuk sekali jalan ke Masjidil Haram.

Meski begitu, ada opsi termurah untuk berangkat ke Masjidil Haram dari Jamarat. Yakni naik bus dari terminal Kidana yang terletak di perbatasan Jamarat dengan Makkah.

Baca Juga :  Salat Diskon

Bus berwarna kuning itu melayani jamaah yang hendak langsung ke Masjidil Haram dari Jamarat untuk melaksanakan tawaf Ifadah secara gratis.

Hanya saja, bus tersebut tidak beroperasi 24 jam, melainkan pagi hingga malam. Sebagian jamaah haji sudah ada yang menggunakannya.

Sementara, mayoritas jamaah haji Indonesia memilih menunggu beroperasinya bus shalawat besok Minggu (31/5) untuk pergi ke Masjidil Haram.

Meski demikian, ada sebagian bus shalawat yang beroperasi lebih dahulu sejak Sabtu (30/5) dini hari.

Bus tersebut hanya melayani hotel-hotel jamaah haji di 17 kloter awal. Sebab, ke-17 kloter itu terjadwal pulang ke tanah air pada Minggu (31/5) dan Senin (1/6). (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru