MAGETAN – Mudik Lebaran tak lengkap tanpa wisata kuliner khas daerah. Di Magetan, Jawa Timur, Ayam Panggang Bu Setu selalu jadi incaran pemudik yang rindu cita rasa tradisional. Aroma asap kayu bakar dari dapurnya langsung terasa, jadi penanda kuat kelezatan yang bertahan puluhan tahun sekaligus bukti pemberdayaan BRI dalam mendorong UMKM naik kelas.
Setiap musim mudik, warung legendaris ini diserbu pembeli. Di balik ramainya pengunjung, ada cerita bagaimana dukungan permodalan BRI membantu usaha keluarga ini berkembang dari jualan keliling hingga memiliki tempat usaha yang nyaman seperti sekarang.
Usaha ini dirintis sejak 1990-an dan kini dikelola generasi kedua. Subiyanto menyebut, kekuatan utama Ayam Panggang Bu Setu ada pada konsistensi menjaga proses memasak tradisional.
“Daya tariknya ada di cara masak pakai kayu bakar keras seperti mahoni atau jati. Kami tetap pakai cara ini supaya kematangan ayam sempurna dan ciri khasnya tidak berubah,” ujarnya.
Menu andalan seperti ayam panggang bumbu rujak jadi favorit pelanggan. Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih meresap hingga ke dalam daging ayam kampung yang empuk, cocok disantap bersama keluarga.
Musim mudik Lebaran menjadi momen paling ramai. Lonjakan pembeli biasanya mulai terasa dua hari sebelum Lebaran hingga sekitar lima hari setelahnya. Banyak pemudik sengaja mampir saat melintas di Magetan.
Perjalanan usaha ini juga erat dengan dukungan BRI. Subiyanto mengenang, ayahnya mulai mendapat akses permodalan sejak 1992 dengan pinjaman awal Rp250 ribu.
“Dulu kami beli ayam ke tengkulak dengan sistem utang, harganya lebih mahal. Setelah ada pinjaman dari BRI, kami bisa beli tunai, jadi harga ke konsumen juga lebih terjangkau,” jelasnya.
Seiring waktu, akses pembiayaan terus berlanjut. Kini, pengelolaan usaha juga dibantu layanan digital BRI yang mempermudah transaksi dan operasional.
Dukungan tersebut membuat usaha terus berkembang, dari skala kecil hingga mampu memperluas lahan dan meningkatkan fasilitas bagi pelanggan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan pihaknya konsisten mendukung UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, hingga digitalisasi.
“Kami berkomitmen mendukung sektor produktif. Kisah Ayam Panggang Bu Setu jadi contoh nyata bagaimana pembiayaan BRI mampu mendorong ekonomi masyarakat dan menginspirasi pelaku usaha lain,” tegasnya.
Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60 persen disalurkan ke sektor produksi, dengan porsi mencapai 64,49 persen. ***


