BINJAI– Berawal dari toko pulsa dan alat tulis kantor pada 2021, Ibrahim atau Baim berhasil mengembangkan Shifa Celluler menjadi jaringan sembilan outlet BRILink Agen di Binjai yang melayani sekitar 4.500 transaksi per bulan. Usaha ini turut membantu masyarakat, khususnya warga lanjut usia, mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah dan dekat dari tempat tinggal.
Berlokasi di Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara, Shifa Celluler hadir untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan warga setempat. Sebelum layanan tersebut tersedia, sebagian warga harus menempuh jarak sekitar 4–5 kilometer menuju kantor bank terdekat, sehingga membutuhkan biaya dan waktu tambahan.
“Sebelum ada BRILink Agen di kawasan Jati Karya, warga harus menempuh sekitar 4 sampai 5 kilometer untuk menuju kantor bank terdekat. Jarak dan ongkos perjalanan tentu menjadi pertimbangan mereka,” ujar Baim.
Keberadaan BRILink Agen juga membantu pedagang lokal, termasuk penjual bakso bakar, menyetorkan hasil usaha dalam nominal kecil tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi dan parkir atau mengantre di teller bank.
Baim turut memberikan perhatian kepada warga lanjut usia yang menerima kiriman uang dari anak-anak mereka di perantauan. Dengan nominal kiriman sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, biaya perjalanan ke kantor bank dapat mengurangi uang yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Paling mengharukan adalah saat nenek-nenek datang membawa kartu ATM untuk menarik uang Rp50.000 kiriman anaknya. Karena mereka tidak paham cara pakai ATM, bahkan PIN-nya ditulis di amplop. Kami tidak hanya bantu mencairkan uangnya, tapi juga mengedukasi mereka agar PIN jangan pernah ditulis di amplop karena berisiko disalahgunakan. Kami pastikan layanan di sini aman dan memprioritaskan rasa kekeluargaan,” ungkap Baim.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan PIN dan keamanan informasi perbankan.
Selain memberikan layanan transaksi dan edukasi, Baim menjalankan program “Jumat Berkah” berupa pembebasan biaya administrasi untuk penarikan tunai hingga Rp300.000 sebagai bentuk kepedulian kepada warga sekitar.
“Di lingkungan kami, masyarakat bertransaksi ya tetangga sendiri. Mereka memilih bertransaksi di BRILink Agen karena lebih hemat waktu dan dekat rumah. Tidak perlu mengeluarkan biaya becak atau angkot hanya untuk menyetor uang simpanan atau menarik uang kiriman,” ujarnya.
Baim mengatakan, perkembangan Shifa Celluler juga didukung oleh pendampingan Petugas BRILink Agen yang memberikan pemantauan jaringan, informasi mengenai layanan dan sistem, serta layanan pengantaran uang tunai (cash delivery) ketika persediaan uang di agen mulai menipis.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan momentum Bulan Inklusi Keuangan menjadi pengingat pentingnya memperluas akses sekaligus pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal di seluruh Indonesia.
“Melalui jaringan BRILink Agen, BRI berupaya menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan hingga ke tingkat komunitas,” ujar Dhanny.
Kisah Shifa Celluler menunjukkan bagaimana jaringan BRILink Agen dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari membantu transaksi warga hingga mendukung kebutuhan pedagang kecil dan memperluas akses layanan keuangan di tingkat komunitas. ***


