PROKALTENG.CO – Suhita Lebah Indonesia di Kota Bandar Lampung berhasil mengembangkan usaha madu berkelanjutan berbasis komunitas melalui pemberdayaan BRI. Sejak menjadi binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021, usaha tersebut memperoleh pendampingan, pelatihan, serta dukungan pembiayaan dan layanan digital untuk memperkuat pengembangan bisnis dari hulu hingga hilir.
Suhita Lebah Indonesia membangun sistem usaha yang terintegrasi dari kawasan hutan Sumatera hingga proses pengolahan dan pemasaran. Perusahaan bekerja sama dengan beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah serta penguatan rantai pasok.
Produk yang dihasilkan meliputi Trigona Honey, Rain Forest Honey, dan Melifera Honey. Pemasarannya dilakukan melalui kanal offline maupun online dengan jangkauan dari Lampung hingga berbagai wilayah di Indonesia.
Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengatakan usaha tersebut sejak awal dibangun dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Suhita Lebah Indonesia melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga. Kami juga mengajak masyarakat di sekitar hutan primer Sumatera untuk ikut serta menjadi beekeeper Suhita melalui pelatihan budidaya lebah madu, konservasi tanaman hutan, serta mempertahankan ekosistem alami lebah,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya, Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan serta didukung sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal.
Isnina menjelaskan pihaknya memiliki farm milik sendiri, farm mitra, serta melibatkan petani dan beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan berstandar keamanan pangan. Selain itu, perusahaan menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI, sekaligus membuat proses produksi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Sejak bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021, Isnina mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha, baik secara daring maupun luring, termasuk BRIncubator, BRILiaNpreneur, serta kegiatan bazar. Melalui Rumah BUMN, ia memperoleh pendampingan pengembangan usaha, sekaligus memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI dan QRIS BRI untuk mendukung operasional dan mempermudah transaksi dengan pelanggan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat berkembang ketika dijalankan dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.
“Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Dhanny. ***


