Bulog Kalteng Pastikan Stok Beras Aman, Penyaluran SPHP Capai 6.649 Ton

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Perum Bulog Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan stok beras di Kalteng tetap aman dengan total cadangan mencapai sekitar 15.435 ton. Sekaligus mengoptimalkan penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

“Pasokan beras yang kami distribusikan kepada masyarakat terdiri dari beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras komersial,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, Sabtu (5/9/2026).

Hingga 4 September 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Kalimantan Tengah telah mencapai lebih dari 6.649 ton atau sekitar 78,51 persen, dari target penyaluran tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak lebih dari 8.469 ton.

“Penyaluran terus kami dorong agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau, dan pasokan tetap tersedia di berbagai wilayah,” ujarnya.

Baca Juga :  Milestone Sejarah Inklusi Keuangan di Indonesia, Jumlah AgenBRILink Tembus 1 Juta

Selain beras SPHP. Bulog Kalteng juga menyalurkan beras komersial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sampai awal September 2026, distribusi beras komersial tercatat telah melampaui 2.326 ton.

“Untuk beras medium SPHP, harga yang kami tetapkan sebesar Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Sementara beras premium dijual Rp77.000 per kemasan lima kilogram,” jelas Erwin.

Bulog Kalteng juga memperluas jangkauan distribusi melalui pasar rakyat dan jaringan ritel agar akses masyarakat terhadap beras semakin mudah, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Electronic money exchangers listing

“Kami terus memperkuat distribusi ke berbagai saluran pemasaran sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup,” lanjutnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan Perum Bulog yang menginstruksikan seluruh kantor wilayah melakukan pemantauan pasar secara serentak guna memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap terjaga.

Baca Juga :  Buka BRI Microfinance Outlook 2024, Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen BRI 

“Monitoring lapangan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga maupun potensi gangguan pasokan sehingga dapat diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog hingga 5 September 2026 tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia. Pada periode yang sama, penyaluran beras SPHP secara nasional telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

“Dengan dukungan stok yang kuat, Bulog memiliki ruang yang cukup untuk melakukan intervensi pasar secara terukur ketika terjadi tekanan harga maupun peningkatan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Selain mengoptimalkan penyaluran beras SPHP, Bulog juga terus memperkuat distribusi beras premium dan sejumlah komoditas pangan lainnya sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga pangan bagi masyarakat. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Perum Bulog Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan stok beras di Kalteng tetap aman dengan total cadangan mencapai sekitar 15.435 ton. Sekaligus mengoptimalkan penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

“Pasokan beras yang kami distribusikan kepada masyarakat terdiri dari beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras komersial,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, Sabtu (5/9/2026).

Hingga 4 September 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Kalimantan Tengah telah mencapai lebih dari 6.649 ton atau sekitar 78,51 persen, dari target penyaluran tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak lebih dari 8.469 ton.

Electronic money exchangers listing

“Penyaluran terus kami dorong agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau, dan pasokan tetap tersedia di berbagai wilayah,” ujarnya.

Baca Juga :  Milestone Sejarah Inklusi Keuangan di Indonesia, Jumlah AgenBRILink Tembus 1 Juta

Selain beras SPHP. Bulog Kalteng juga menyalurkan beras komersial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sampai awal September 2026, distribusi beras komersial tercatat telah melampaui 2.326 ton.

“Untuk beras medium SPHP, harga yang kami tetapkan sebesar Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Sementara beras premium dijual Rp77.000 per kemasan lima kilogram,” jelas Erwin.

Bulog Kalteng juga memperluas jangkauan distribusi melalui pasar rakyat dan jaringan ritel agar akses masyarakat terhadap beras semakin mudah, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

“Kami terus memperkuat distribusi ke berbagai saluran pemasaran sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup,” lanjutnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan Perum Bulog yang menginstruksikan seluruh kantor wilayah melakukan pemantauan pasar secara serentak guna memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap terjaga.

Baca Juga :  Buka BRI Microfinance Outlook 2024, Presiden Jokowi Apresiasi Komitmen BRI 

“Monitoring lapangan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga maupun potensi gangguan pasokan sehingga dapat diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog hingga 5 September 2026 tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia. Pada periode yang sama, penyaluran beras SPHP secara nasional telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

“Dengan dukungan stok yang kuat, Bulog memiliki ruang yang cukup untuk melakukan intervensi pasar secara terukur ketika terjadi tekanan harga maupun peningkatan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Selain mengoptimalkan penyaluran beras SPHP, Bulog juga terus memperkuat distribusi beras premium dan sejumlah komoditas pangan lainnya sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga pangan bagi masyarakat. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru