PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng Fraksi
PKB Fajar Hariady mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, khususnya
Tim Gugus Tugas Civid-19 mengusulkan kepada kementerian kesehatan agar Rumah
Sakit Doris Sylvanus (RSDS) dapat melakukan test covid-19 secara mandiri. Itu
agar test terhadap pasien covid-19 dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Pasalnya, selama ini pemeriksaan swab pasien
covid-19 Kalteng dilakukan di Surabaya. Dan itu membuat lamanya hasil
pemeriksaan keluar, karena harus dikirim terlebih dahulu.
Fajar Hariady mengatakan, dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.01.07/MENKES/214/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus
Disease 2019 (Covid-19). Dalam keputusan itu di regional Kalimantan, hanya
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat yang sudah memiliki laboratorium
corona.
“Dan yang paling dekat dengan Kalteng
adalah BBTKLPP Banjarbaru, sebagai jejaring laboratorium pemeriksaan covid-19.
Hanya saja peruntukannya wilayah Kalsel saja,” ucapnya.
Sementara untuk regional lainnya, seperti
Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara masuk dalam wilayah
kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Dengan demikian,
sampel swab harus dikirim ke Surabaya terlebih dahulu, sehingga memakan waktu.
“Hal ini tentu menjadi kendala untuk Kalteng
karena harus mengirim sample swab via bandara Syamsudin Noor Banjar Baru.
Sebab, tidak ada lagi penerbangan di kalteng pasca Peraturan Menteri
Perhubungan No.25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama mudik
Lebaran, Belum lagi antrean di BBLK Surabaya,” ujarnya.
Dengan alasan tersebut, Wakil Rakyat dari
Dapil II meliputi Kotawaringin Timur dan Seruyan ini, mendorong pemerintah
provinsi untuk menggunakan anggaran yang begitu besar membeli alat test
covid-19. Dengan begitu, Kalteng bisa melakukan test sendiri terhadap pasien
covid-19.
“Kita mendorong
Pemprov Kalteng meminta izin ke Kemenkes agar LABKESDA atau RSUD Doris Sylvanus
bisa melakukan test sendiri. Dengan anggaran penanganan covid-19 yang besar
tersebut tentunya kita bisa melengkapi semua peralatan dan SDM agar memenuhi
syarat dan memperoleh izin dari Kemenkes,” pungkasnya.