Di Momentum Iduladha, Faridawaty Minta Jangan Permainkan Kepercayaan Masyarakat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Momentum Iduladha dimanfaatkan Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng) sekaligus Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh untuk mengingatkan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat, khususnya terkait penyaluran bantuan hewan kurban.

Pernyataan itu disampaikannya saat kegiatan silaturahmi Iduladha di Kantor DPW Partai NasDem Kalteng, Rabu (27/5).

Dalam kesempatan itu, Faridawaty menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mengeluh ataupun meminta bantuan hewan kurban kepada pemerintah daerah. Namun, ia merasa perlu meluruskan persoalan yang menurutnya telah menimbulkan beban moral di tengah masyarakat.

Faridawaty mengaku bersyukur karena Partai NasDem mendapat bantuan sapi kurban dari Gubernur Kalteng. Bahkan, dari lima ekor sapi yang diinformasikan akan diberikan, empat ekor sudah diterima pihaknya.

“Saya sangat berterima kasih dengan Bapak Gubernur Kalimantan Tengah. Kami tidak minta. Tapi beliau mengabarkan bahwa Partai NasDem diberi bantuan lima ekor sapi. Kemarin diantar empat, Alhamdulillah,” ucapnya.

Baca Juga :  Kaum Perempuan Miliki Peran Strategis Dalam Kemajuan Demokrasi

Namun, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kalteng ini menyoroti persoalan berbeda terkait bantuan sapi kurban untuk anggota Komisi III DPRD Kalteng.

Menurutnya, pihak Kesra sebelumnya meminta anggota dewan segera mengajukan proposal bantuan sapi kurban untuk masjid-masjid.

Electronic money exchangers listing

Ia mengatakan, proposal tersebut disusun secara cepat karena adanya batas waktu pengumpulan yang ditetapkan. Bahkan, pihaknya sampai menghubungi sejumlah pengurus masjid agar proposal dapat segera dilengkapi.

“Karena mereka juga yang minta, bukan kita yang minta. Proposal sudah masuk dan dikatakan bahwa hewannya tidak ada,” katanya.

Faridawaty menilai persoalan itu bukan semata soal ada atau tidaknya sapi kurban, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat. Sebab, menurutnya, alasan yang disampaikan kepada masyarakat menyebutkan bantuan tersebut tidak disetujui gubernur.

Baca Juga :  Bupati Barsel Harapkan Pembangunan Lebih Baik di Jenamas

“Ini kan beban moral, bukan masalah sapinya. Sapinya masih bisa kita beli. Tetapi mempermainkan masyarakat itu tidak baik. Dan yang dijual itu adalah nama Bapak Gubernur,” tegasnya.

Ia pun menilai kondisi seperti itu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak terjadi perbedaan antara laporan kepada pimpinan dengan pelaksanaan di lapangan.

Faridawaty menyebut sikap tidak amanah menjadi salah satu akar persoalan yang berdampak pada kemiskinan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Inilah yang menjadi musuh kita bersama. Bibit kemiskinan itu mulai dari situ. Tidak amanah. Jadi ada dua musuh negara ini, yakni kebodohan dan kemiskinan,” pungkasnya.(hfz)

 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Momentum Iduladha dimanfaatkan Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng) sekaligus Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh untuk mengingatkan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat, khususnya terkait penyaluran bantuan hewan kurban.

Pernyataan itu disampaikannya saat kegiatan silaturahmi Iduladha di Kantor DPW Partai NasDem Kalteng, Rabu (27/5).

Dalam kesempatan itu, Faridawaty menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mengeluh ataupun meminta bantuan hewan kurban kepada pemerintah daerah. Namun, ia merasa perlu meluruskan persoalan yang menurutnya telah menimbulkan beban moral di tengah masyarakat.

Electronic money exchangers listing

Faridawaty mengaku bersyukur karena Partai NasDem mendapat bantuan sapi kurban dari Gubernur Kalteng. Bahkan, dari lima ekor sapi yang diinformasikan akan diberikan, empat ekor sudah diterima pihaknya.

“Saya sangat berterima kasih dengan Bapak Gubernur Kalimantan Tengah. Kami tidak minta. Tapi beliau mengabarkan bahwa Partai NasDem diberi bantuan lima ekor sapi. Kemarin diantar empat, Alhamdulillah,” ucapnya.

Baca Juga :  Kaum Perempuan Miliki Peran Strategis Dalam Kemajuan Demokrasi

Namun, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kalteng ini menyoroti persoalan berbeda terkait bantuan sapi kurban untuk anggota Komisi III DPRD Kalteng.

Menurutnya, pihak Kesra sebelumnya meminta anggota dewan segera mengajukan proposal bantuan sapi kurban untuk masjid-masjid.

Ia mengatakan, proposal tersebut disusun secara cepat karena adanya batas waktu pengumpulan yang ditetapkan. Bahkan, pihaknya sampai menghubungi sejumlah pengurus masjid agar proposal dapat segera dilengkapi.

“Karena mereka juga yang minta, bukan kita yang minta. Proposal sudah masuk dan dikatakan bahwa hewannya tidak ada,” katanya.

Faridawaty menilai persoalan itu bukan semata soal ada atau tidaknya sapi kurban, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat. Sebab, menurutnya, alasan yang disampaikan kepada masyarakat menyebutkan bantuan tersebut tidak disetujui gubernur.

Baca Juga :  Bupati Barsel Harapkan Pembangunan Lebih Baik di Jenamas

“Ini kan beban moral, bukan masalah sapinya. Sapinya masih bisa kita beli. Tetapi mempermainkan masyarakat itu tidak baik. Dan yang dijual itu adalah nama Bapak Gubernur,” tegasnya.

Ia pun menilai kondisi seperti itu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak terjadi perbedaan antara laporan kepada pimpinan dengan pelaksanaan di lapangan.

Faridawaty menyebut sikap tidak amanah menjadi salah satu akar persoalan yang berdampak pada kemiskinan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Inilah yang menjadi musuh kita bersama. Bibit kemiskinan itu mulai dari situ. Tidak amanah. Jadi ada dua musuh negara ini, yakni kebodohan dan kemiskinan,” pungkasnya.(hfz)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru