PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 berjalan sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku.
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustina, menekankan bahwa pembahasan anggaran kali ini berfokus pada penguatan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Hal tersebut disampaikan Riska Agustina usai mengikuti Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 dengan agenda pemandangan umum fraksi pendukung DPRD terhadap nota keuangan dan raperda RAPBD Kalteng 2027 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Selasa (15/9/2026).
Menurut Riska, proses pembahasan RAPBD tahun depan tidak hanya berfokus pada penyusunan program dan kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Melihat kondisi sekarang, apalagi di tengah efisiensi, pemerintah melalui pembahasan yang ada berusaha maksimal. Kami juga berupaya bersama Pemerintah Provinsi bagaimana caranya meningkatkan PAD dari beberapa sektor yang ada,” ujarnya.
Bendahara DPD Partai Golkar Kalteng ini mengatakan, upaya peningkatan pendapatan daerah tersebut akan menjadi perhatian dalam pembahasan di tingkat komisi maupun badan anggaran DPRD.
“Upaya tersebut akan kami sinergikan bersama pemerintah dan juga kami tekankan di tingkat komisi-komisi dalam proses pembahasan ke depan,” tambahnya.
Terkait kemungkinan percepatan pembahasan RAPBD 2027, Riska menegaskan bahwa DPRD akan tetap mengikuti prosedur yang berlaku agar seluruh substansi dapat dibahas secara matang.
“Kalau proses pembahasan ini mungkin akan berjalan sesuai prosesnya,” katanya.
Menurutnya, pembahasan RAPBD menjadi momentum penting bagi DPRD dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung.


