PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses perorangan di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.
Dalam pertemuan tersebut, Faridawaty menerima beragam usulan, keluhan, hingga masukan dari warga yang sebagian besar berkaitan dengan infrastruktur, bantuan sosial (bansos), serta program pemerintah.
“Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, mulai dari persoalan bansos, infrastruktur jalan, hingga drainase. Ini menjadi catatan penting untuk kami tindak lanjuti,” ujar Faridawaty, dalam keterangannya, Minggu (12/4).
Sejumlah warga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai kurang efektif. Program tersebut dianggap menyerap anggaran besar dari sektor kesehatan dan pendidikan, namun pelaksanaannya di lapangan masih bermasalah, terutama terkait kualitas menu di sejumlah SPPG.
Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi Jalan Taurus VI dan VIII yang kerap mengalami banjir setelah hujan sekitar 30 menit akibat drainase yang tidak berfungsi optimal.
“Program MBG juga menjadi sorotan warga. Mereka menilai perlu evaluasi agar pelaksanaannya benar-benar efektif dan tepat sasaran,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kalteng.
Keluhan terkait infrastruktur juga disampaikan, seperti usulan semenisasi jalan sepanjang kurang lebih 300 meter di kawasan Mendawai 6 dan 7. Pembangunan yang baru terealisasi sebagian dinilai terbengkalai dan belum jelas kelanjutan anggarannya, sehingga mengganggu mobilitas warga.
Warga lainnya mengusulkan perbaikan Jalan Keranggan XVI yang telah diajukan melalui proposal swadaya masyarakat. Selain itu, terdapat pula usulan pembangunan drainase dari Jalan Yogya hingga Jalan Tampung Penyang guna mengatasi persoalan genangan air.
Dari sisi keamanan lingkungan, warga mengusulkan pengadaan CCTV di kawasan Jalan Merak untuk meningkatkan rasa aman.
Permasalahan bansos juga menjadi perhatian utama. Warga meminta kejelasan kriteria penerima bantuan karena masih ditemukan kondisi di mana masyarakat yang layak justru tidak menerima bantuan, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah terdata.
“Permasalahan bansos masih sering terjadi, terutama terkait data penerima. Warga berharap pendataan bisa lebih melibatkan RT agar lebih akurat,” ungkapnya.
Warga juga mengusulkan agar program MBG dievaluasi, bahkan diubah menjadi bantuan dalam bentuk uang karena dinilai kurang efektif.
Selain itu, warga menekankan pentingnya pelibatan ketua RT dalam proses pendataan bansos agar lebih akurat dan tepat sasaran, mengingat RT dinilai lebih mengetahui kondisi riil masyarakat di lapangan.
Usulan lainnya mencakup peningkatan jalan di kawasan Damang Batu sepanjang kurang lebih 350 meter, perbaikan pengaringan sepanjang sekitar 800 meter yang kerap menyebabkan banjir akibat penumpukan sampah, serta pembangunan jembatan penghubung dari Jalan Mendawai menuju Jalan Sakan yang menjadi akses penting bagi pelajar.
Namun, pembangunan jembatan tersebut hingga kini belum dapat dilanjutkan meski dana swadaya masyarakat telah terkumpul dan tiang jembatan sudah berdiri, karena belum adanya izin dari BKSDA. Warga berharap adanya bantuan pemerintah untuk mempercepat proses perizinan tersebut.
“Terkait usulan pembangunan jalan, drainase, hingga jembatan, akan kami perjuangkan agar bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan,” tegas Ketua DPW Partai Nasdem Kalteng.
“Aspirasi masyarakat ini akan kami bawa dan koordinasikan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait,” tandas Faridawaty.(hfz)


