33.7 C
Jakarta
Wednesday, July 24, 2024
spot_img

Keluhan PPDB Banyak Terjadi di Perkotaan

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Duwel Rawing. Mengatakan, keluhan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak terjadi di perkotaan.

“Selama ini paling ada keluhan di kota. Di desa-desa hampir tidak ada. Kota ini karena ada masyarakat yang tidak sempat tertampung di sekolah-sekolah. Karena banyak yang milih sekolah favorit. Akhirnya ada sekolah yang tidak banyak siswanya, karena orang berebut di tempat yang favorit,” ujarnya di Gedung Komisi DPRD Kalteng, Senin (10/7).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas beranggapan. Fenomena siswa yang kebanyakan memilih di sekolah yang dianggap favorit, semestinya tidak terjadi. Sehingga, ia meminta kepada pemerintah agar memperhatikan sarana prasarana sekolah.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Bangun Kandang Ayam Boiler, Dewan Beri Respon Begini

“Oleh karena itu. Tugas pemerintah menyiapkan sarananya. Baik peralatan maupun tenaga pengajarnya. Karena biasanya yang paling banyak masalah itu soal keterampilan tenaga,” bebernya.

Duwel menyampaikan. Jika tidak bisa segera mempersiapkan tenaga terampil, opsi solusi yang menggunakan sistem online. “Dimana nantinya waktu akan diatur khusus untuk mengajar keterampilan tersebut. Terutama untuk sekolah – sekolah yang gurunya punya keterbatasan,” katanya.

Ia menyarankan, agar pemerintah mengupayakan memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) untuk pendidikan. Yakni berkaitan dengan tenaga pendidik, ruangan, peralatannya. “Saya rasa kalau ini (standar pelayanan minimal) terpenuhi. Saya pikir tidak terlalu ada kesenjangan,” tandasnya. (hfz/ind)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Duwel Rawing. Mengatakan, keluhan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) banyak terjadi di perkotaan.

“Selama ini paling ada keluhan di kota. Di desa-desa hampir tidak ada. Kota ini karena ada masyarakat yang tidak sempat tertampung di sekolah-sekolah. Karena banyak yang milih sekolah favorit. Akhirnya ada sekolah yang tidak banyak siswanya, karena orang berebut di tempat yang favorit,” ujarnya di Gedung Komisi DPRD Kalteng, Senin (10/7).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas beranggapan. Fenomena siswa yang kebanyakan memilih di sekolah yang dianggap favorit, semestinya tidak terjadi. Sehingga, ia meminta kepada pemerintah agar memperhatikan sarana prasarana sekolah.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Bangun Kandang Ayam Boiler, Dewan Beri Respon Begini

“Oleh karena itu. Tugas pemerintah menyiapkan sarananya. Baik peralatan maupun tenaga pengajarnya. Karena biasanya yang paling banyak masalah itu soal keterampilan tenaga,” bebernya.

Duwel menyampaikan. Jika tidak bisa segera mempersiapkan tenaga terampil, opsi solusi yang menggunakan sistem online. “Dimana nantinya waktu akan diatur khusus untuk mengajar keterampilan tersebut. Terutama untuk sekolah – sekolah yang gurunya punya keterbatasan,” katanya.

Ia menyarankan, agar pemerintah mengupayakan memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) untuk pendidikan. Yakni berkaitan dengan tenaga pendidik, ruangan, peralatannya. “Saya rasa kalau ini (standar pelayanan minimal) terpenuhi. Saya pikir tidak terlalu ada kesenjangan,” tandasnya. (hfz/ind)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru