Karena itu, ia mendorong pemerintah mulai merancang peningkatan kelas jalan sekaligus menyiapkan jalur alternatif. Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas transportasi tidak lumpuh ketika terjadi kerusakan pada salah satu titik.
“Trans Kalimantan merupakan jalur utama. Ke depan perlu dipersiapkan ruas jalan baru sehingga ketika terjadi gangguan, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut dia, banyak jembatan di Kalteng telah berusia puluhan tahun sehingga perlu dievaluasi kembali berdasarkan beban lalu lintas dan perkembangan ekonomi saat ini. Ia berharap pemerintah tidak lagi mengandalkan perbaikan yang bersifat sementara.
“Pemerintah perlu menyusun perencanaan pembangunan jalan dan jembatan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Infrastruktur ini menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat sekaligus distribusi hasil sumber daya alam di Kalimantan Tengah,” katanya.
Sebelumnya, box culvert di KM 11 ruas Kasongan-Kereng Pangi ambruk pada Minggu pagi. Kerusakan itu sempat memutus total arus kendaraan di jalur Trans Kalimantan.
Perbaikan darurat menggunakan alat berat selesai dilakukan sekitar pukul 18.35 WIB.
Hingga pukul 17.30 WIB, petugas di lapangan terpantau masih mengoperasikan sejumlah alat berat untuk menyelesaikan proses penimbunan badan jalan.
Berkat respon cepat tim teknis di lokasi, pengerjaan fisik jalan yang sempat terputus ini diperkirakan rampung dan dapat dilalui kembali secara normal pada Minggu malam.(hfz)
Karena itu, ia mendorong pemerintah mulai merancang peningkatan kelas jalan sekaligus menyiapkan jalur alternatif. Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas transportasi tidak lumpuh ketika terjadi kerusakan pada salah satu titik.
“Trans Kalimantan merupakan jalur utama. Ke depan perlu dipersiapkan ruas jalan baru sehingga ketika terjadi gangguan, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut dia, banyak jembatan di Kalteng telah berusia puluhan tahun sehingga perlu dievaluasi kembali berdasarkan beban lalu lintas dan perkembangan ekonomi saat ini. Ia berharap pemerintah tidak lagi mengandalkan perbaikan yang bersifat sementara.
“Pemerintah perlu menyusun perencanaan pembangunan jalan dan jembatan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Infrastruktur ini menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat sekaligus distribusi hasil sumber daya alam di Kalimantan Tengah,” katanya.
Sebelumnya, box culvert di KM 11 ruas Kasongan-Kereng Pangi ambruk pada Minggu pagi. Kerusakan itu sempat memutus total arus kendaraan di jalur Trans Kalimantan.
Perbaikan darurat menggunakan alat berat selesai dilakukan sekitar pukul 18.35 WIB.
Hingga pukul 17.30 WIB, petugas di lapangan terpantau masih mengoperasikan sejumlah alat berat untuk menyelesaikan proses penimbunan badan jalan.
Berkat respon cepat tim teknis di lokasi, pengerjaan fisik jalan yang sempat terputus ini diperkirakan rampung dan dapat dilalui kembali secara normal pada Minggu malam.(hfz)